Dirut BRI: Jika Suku Bunga BI Turun, Kredit Bisa Kembali Tumbuh

Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diperkirakan akan kembali diturunkan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2021 yang digelar hari ini, Kamis (18/2).
Prediksi yang sama juga diutarakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, Sunarso. Menurut dia, jika benar suku bunga acuan diturunkan, kebijakan tersebut diharapkan bisa lekas ditransmisikan ke sektor riil sehingga membantu perbankan mendongkrak pertumbuhan kredit.
"Jika saja nanti RDG memutuskan memangkas suku bunga acuan, sudah barang tentu diharapkan ini berpengaruh terhadap bagaimana bisa ditransmisikan secara cepat ke sektor riil," ujar Sunarso dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/2).
Menurut Sunarso, jika suku bunga acuan Bank Indonesia turun maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap penurunan suku bunga kredit. Selanjutnya, jika suku bunga kredit turun, maka kondisi tersebut diharapkan bakal mendongkrak pertumbuhan kredit yang saat ini masih lesu.
Menurut Sunarso saat ini tantangan perbankan bukan lagi soal likuiditas. Sunarso mengatakan likuiditas perbankan sangat sehat tercermin dari LDR perbankan yang masih sangat baik. Namun untuk mendorong pertumbuhan kredit dan sektor riil, idealnya LDR berada di kisaran 90 persen.
"Maka tantangan perbankan adalah mengoptimalkan penyaluran likuiditas supaya LDR mencapai 90 persen. Dengan suku bunga itu resultan dari kebijakan-kebijakan ini akan menjadi pemacu untuk meningkatkan growth yang pada akhirnya mendorong GDP growth," ujarnya.
Namun menurut Sunarso, suku bunga yang rendah saja tidak cukup untuk mendongkrak pertumbuhan kredit. Menurutnya ada dua faktor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan kredit yaitu konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Dua faktor inilah yang harus dikolaborasikan dengan kebijakan bank sentral jika nanti diputuskan suku bunga acuan diturunkan.
"Nanti bank sentral membuat kebijakan lowering interest rate. Dan ini harus kita sinkronkan dan kolaborasikan. Kalau nanti ada peluang penurunan suku bunga, tantangannya secepat mungkin kita transmisikan ke sektor riil dalam bentuk penurunan suku bunga kredit yang kita kolaborasikan. Mudah-mudahan itu bisa mendorong permintaan kredit dan pertumbuhan kredit serta pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
