Kumparan Logo

Dirut BTN Bagikan Tips Agar Milenial Bisa Miliki Rumah

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

It is now to buy a home, karena pentingnya rumah ini luar biasa bukan cuma kita proteksi fisik ya. Tidak kehujanan atau tidak apa kepanasan. Tapi juga tempat untuk membangun sebuah peradaban, memulai keluarga, dan menumbuhkan anak-anak," ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Utama BTN.

Sebagian kaum milenial saat ini merasa makin sulit untuk memiliki rumah pribadi. Selain harga rumah yang mahal, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) pun dinilai memberatkan dengan naiknya suku bunga acuan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Haru Koesmahargyo memberikan tips agar milenial bisa memiliki rumah. Ada tiga tips yang ia berikan.

Pertama, niat. Menurutnya, niat bisa tumbuh jika kita memiliki rasa percaya dapat membeli rumah.

"Oleh karena itu, time value itu sangat matters, if you want to think about to buy home. Do it now, soon as possible. Karena itu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dulu dibanding kebutuhan yang lain-lain, itu sudah pasti," ujar Haru dalam program The CEO kumparan, Jumat (30/9).

Tips kedua yakni mengatur penghasilan. Haru mengatakan, banyak milenial yang saat ini belum matang memikirkan masa depan. Padahal, permintaan rumah akan terus meningkat ke depan.

Setiap gaji atau penghasilan yang diterima setiap bulan, jangan lupa untuk disisihkan untuk membeli rumah. Menurutnya, ini sebagai salah satu upaya yang memaksa milenial disiplin secara finansial.

"Karena saya lihat bahwa return-nya (rumah) sebenarnya bagus. Cukup bagus dibanding investasi-investasi yang lain, apalagi dalam jangka panjang. Jadi selalu sisihkan itu, secara berkala dengan diniatkan betul. Apalagi kalau belum punya rumah," katanya.

Dia melanjutkan, BTN sebagai perbankan yang berfokus pada sektor perumahan juga menyediakan tabungan investa, yang baru bisa diambil jika jumlahnya sudah mencukupi target awal. "Karena kadang kalau lihat banyak nih diambil gitu ya. Nah ini harus disisihkan, itu nanti bisa kita atur setiap bulan dipotong berapa untuk masuk ke sana, untuk disiplin," kata Haru.

Tips terakhir dari Haru yakni memilih pembiayaan rumah. Pilihlah pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan. Tenor dan cicilan KPR pun bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Selain itu, milenial juga diminta untuk selektif dalam mencari pengembang rumah atau developer yang kompeten.

"Harus kompeten, kenapa? Bahwa rumah itu secara fisik dibangun dengan baik, kemudian perizinan sudah lengkap, kemudian sertifikat itu nanti tersedia, dan sebagainya itu harus dipastikan betul. Nah, memilih ini juga butuh skill, maka carilah informasi seluas-luasnya sebelum memilih rumah. Jadi tidak ada rumah yang begitu saja dijual dengan gampang gitu, ya, kita harus betul-betul selektif," pungkasnya.

video youtube embed