Dirut Bulog Pastikan Konsumen Bisa Tukar Beras SPHP Jika Tak Sesuai Berat
·waktu baca 2 menit

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan konsumen berhak menukar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) apabila berat kemasannya kurang dari 5 kilogram (kg).
Bulog memastikan setiap kemasan beras SPHP yang keluar dari gudang telah ditimbang dan dikemas sesuai ketentuan.
“Sebelum dipasarkan keluar dari gudang Bulog, itu sudah kita packaging dalam bentuk 5 kilogram (kg), dan diyakinkan 5 kg. Tidak boleh ada yang di bawah 5 kg. Saya bilang, minimal 5 kg, lebih dikit boleh," jelas Rizal kepada wartawan dalam acara Peluncuran Beras SPHP di Kantor Pos Indonesia, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Rizal menyebutkan konsumen bisa langsung menimbang beras yang dibeli untuk memastikan beratnya. Jika ditemukan kekurangan, konsumen dapat menukarkan produk tersebut di tempat pembelian.
“Kan stoknya banyak. Karena di counter habis beli, semua harus timbang. Konsumen timbang, yakinkan 5 kg. Kalau kurang, tukar yang 5 kg,” ucapnya.
Rizal juga mengungkap seluruh pengecer wajib menyediakan timbangan untuk memastikan berat beras SPHP yang dijual sesuai dengan ketentuan. Dia memberikan peringatan keras bagi pedagang yang tidak mematuhi aturan tersebut.
“Semua wajib punya timbangan yang jualan. Kalau nggak punya timbangan, bagus nggak usah jualan. Jangan merugikan masyarakat. Jadi timbangnya di tempat,” ujar Rizal.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan setiap transaksi pembelian beras SPHP saat ini juga disertai proses verifikasi menggunakan identitas diri. Setelah konsumen menimbang dan melakukan pembayaran, identitasnya akan difoto dan diunggah ke website SPHP milik Bulog.
“Tujuannya, kalau nanti ada pengecekan dan sebagainya tuh, ada buktinya. Ini lho,” kata Rizal.
Dalam kesempatannya, Rizal juga melaporkan target penyaluran SPHP bulan Juli, ditetapkan sebesar 98.912.002 kg (98 ribu ton).
Adapun, total target program SPHP untuk periode Juli hingga Desember 2025 sebesar 1.318.800 kg atau 1,3 juta ton.
Namun hingga hari ini, baru terealisasi sekitar 860.680 kg (860 ton) dalam waktu lima hari, atau sekitar 0,97 persen dari target bulanan.
“Realisasi harian 310.665 kg (310 ton),” kata Rizal.
