Dirut Pertamina Hulu Indonesia, Chalid Said, Diusir Komisi VII DPR saat Rapat

10 April 2023 19:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
Dirut Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Chalid Said Salim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) hari ini, Senin (10/4/2023). Foto: YouTube/Komisi VII DPR
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Chalid Said Salim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) hari ini, Senin (10/4/2023). Foto: YouTube/Komisi VII DPR
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi VII DPR kembali mengusir mitranya dalam rapat. Kali ini terjadi pada Direktur Utama (Dirut) Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Chalid Said Salim, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR), Senin (10/4). PHI merupakan anak usaha PHE. Sementara PHE merupakan subholding upstream di PT Pertamina (Persero).
ADVERTISEMENT
Peristiwa tersebut diawali oleh interupsi Anggota Komisi VII DPR Fraksi PAN, Nasril Bahar, yang meminta klarifikasi Dirut PHI karena tidak hadir saat kunjungan spesifik Komisi VII DPR ke wilayah kerja Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Kalimantan Timur, 7 Februari 2023 lalu.
"Dirut PHI tidak hadir sama sekali di kunjungan tersebut, kami landing jam 10 pagi seharusnya kita melakukan kunjungan ke PHM berhubung karena dirut tidak hadir di sana sampai pukul 8 malam kita tidak ada kegiatan sama sekali," ungkapnya saat rapat, Senin (10/4).
Nasril menuturkan, kunjungan tersebut pun diakhiri dengan focus group discussion (FGD) bersama SKK Migas di malam harinya tanpa ada kabar Chalid, padahal masuk dalam daftar undangan yang seharusnya hadir saat kunjungan.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir ini sebuah pelecehan ya, terhadap parlemen apapun namanya sama sekali tidak ada penghargaan kepada Komisi VII di hadapan PHM pada waktu itu. justru karena itu sebelum dimulai kita minta klarifikasi dulu," tegas dia.
Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat, Muhammad Nasir, pun meminta agar pimpinan rapat mengusir Chalid karena perilakunya yang dirasa tidak menghargai Komisi VII DPR.
Sementara itu, Chalid pun memberikan penjelasan serta permohonan maaf atas ketidakhadirannya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR tersebut, lantaran ada agenda lain bersama jajaran komisaris.
Anggota DPR Komisi VII, Muhammad Nasir. Foto: Youtube/@DPR RI
"Saya sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Komisi VII karena pada saat kunjungan kerja ke Balikpapan, kalau sedikit saya sampaikan bahwa pada saat yang bersamaan kami sedang membahas rencana jangka panjang dengan komisaris dan ada sebuah insentif utk program PHM dengan teman-teman ESDM," jelas Chalid.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, pimpinan rapat saat itu, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto memutuskan untuk mengusir Chalid dan disepakati oleh seluruh anggota agar RDP tersebut bisa segera dimulai.
"Berdasarkan masukan dari berbagai anggota yang terhormat, pimpinan rapat mengambil sikap dipersilakan dirut PHM untuk meninggalkan rapat ini untuk ada proses selanjutnya, sepakat?" kata Sugeng.