Kumparan Logo

Dirut Pertamina Siapkan Strategi Capai Transisi Energi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut Pertamina Nicke Widyawati menghadiri kegiatan Pertamina Energizing Your Action. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Pertamina Nicke Widyawati menghadiri kegiatan Pertamina Energizing Your Action. Foto: Pertamina

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung pemerintah untuk mencapai transisi energi di tahun 2060.

Pertama, menjaga bisnis dengan melakukan inisiatif dekarbonisasi jangka pendek dan jangka panjang.

“Jangka panjang, untuk bisnis minyak kami mengembangkan dua agenda utama mengenai aset eksisting kami, mengubah kilang minyak menjadi kilang minyak hijau sehingga kami bisa meningkatkan dan mempercepat bioenergi,” kata Nicke dalam AIPF Day 2 di Hotel Mulia, Rabu (6/9).

Kedua, mengintegrasikan hilang dengan industri petrokimia. Ketiga, mengembangkan bisnis zero carbon atau bisnis netral karbon.

“Kita memiliki potensi yang sangat besar di geothermal atau energi panas bumi, juga tenaga hydro, sehingga ada inisiatif netral karbon,” ungkapnya.

Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati mendapat penjelasan soal pengeboran sumur migas Gulamo di Blok Rokan. Foto: Dok. Kementerian ESDM

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini menyebut mayoritas pendapatan berasal dari penjualan energi fosil alias bahan bakar minyak (BBM). Angkanya bahkan tembus 95 persen dari total pendapatan.

"Proporsi pendapatan kami sebagian besar disumbangkan oleh bahan bakar fosil lebih dari 95 persen," kata Emma.

Meski begitu, Pertamina memastikan, ke depan bisnisnya akan didorong oleh energi baru terbarukan (EBT).

“Kami mencoba untuk menempatkan lebih banyak alokasi dalam bentuk CAPEX untuk lebih meningkatkan investasi di bidang energi terbarukan,” ungkapnya.

Emma menjelaskan, saat ini kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi milik Pertamina baru berkapasitas 700 megawatt. Untuk mencapai kapasitas maksimum 1,8 gigawatt, Pertamina memerlukan waktu 5 tahun.

embed from external kumparan