Kumparan Logo

Ditanya Dubes AS karena RI Kurangi Impor, Luhut: Joe Biden yang Beri Contoh

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Dok. Kemenko Marves
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Dok. Kemenko Marves

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku ditanya oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) karena kebijakan Indonesia memangkas impor. Ia pun menjawab bahwa Indonesia mengikuti kebijakan AS.

"Kata beliau 'mengapa Indonesia mengurangi jumlah impor produk-produk asing?' Saya menjawab 'Bukankah kalian telah beri contoh kepada kami lewat Buy American Executive Order? Saya kira itu kebijakan bagus dari Presiden Joe Biden, dan kami ingin implementasikan juga di Indonesia',” tutur Luhut seperti dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (22/2).

Cerita itu disampaikan Luhut di hadapan seluruh jajaran K/L serta beberapa kepala daerah dalam sosialisasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Gernas BBI kemarin.

"Saya ingin pemerintah daerah yang notabene punya buying power besar, bisa memanfaatkan potensi pembelian produk dalam negeri sebesar Rp 1.131,4 triliun melalui belanja barang/jasa dan belanja modal di mana alokasi Pemerintah Daerah sebesar Rp 532,5 Triliun. Dengan begitu permintaan terhadap produk dalam negeri, proses industrialisasi, dan lapangan kerja bisa tercipta, serta yang paling penting bisa dimanfaatkan untuk menggiring produsen luar negeri berinvestasi di Indonesia," kata Luhut.

Menko Marves Luhut Pandjaitan. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan

Selain itu, Luhut juga melihat data BPS terkait dampak kebijakan Gernas BBI, nyatanya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan hingga 1,7 persen. "Selain itu juga akan ada 500 UMKM per daerah yang dapat masuk ke dalam sistem pengadaaan ini dan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa, bukan hanya menigkatkan pertumbuhan ekonomi namun juga penyerapan tenaga kerja besar-besaran," ucapnya.

"Saya titip pesan kepada para gubernur, bupati, dan walikota yang hadir bahwa anda dipilih oleh rakyat, dan sudah saatnya anda membayar utang kepercayaan rakyat dengan membukakan jalan agar konstituen anda sejahtera. Caranya? Dengan melakukan aksi nyata keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Karena sudah waktunya produk-produk hasil karya UMKM lokal dan nasional kita bisa naik kelas, jangan lagi menjadi second class dan didikte oleh negara lain. Tapi dengan satu syarat, kita harus berani dan punya niat yang kongkrit dalam pelaksanaannya," tutupnya.