Ditargetkan Beroperasi Akhir 2023, Tarif Tol Kutepat Rp 1.100 per Km
ยทwaktu baca 3 menit

PT Hutama Marga Waskita membeberkan rencana tarif Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat) sekitar Rp 1.100 per kilometer (km). Tarif itu sudah menyesuaikan inflasi karena mundurnya proyek dan Internal Rate of Return (IRR) proyek tersebut.
Sekretaris Perusahaan Hutama Marga Waskita, Ergy Pramadipta, mengatakan IRR proyek Kutepat dalam perencanaan bisnis awal ditentukan sebesar 12,02 persen, dengan catatan bisa tersambung sampai Parapat.
Penghitungan tarif tol Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ini juga akan mempertimbangkan ability dan willingness to pay dari masyarakat, namun tidak akan jauh dari usulan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Kalau tarif dasar Rp 1.000 (per km) di tahun pertama, tapi tahun 2020 kan kita mundur, estimasi inflasi mungkin sekitar Rp 1.100 per km tapi nanti akan dipetakan ulang kembali," ungkap Ergy di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (4/10).
Proyek Kutepat memiliki total 6 seksi sepanjang 143.25 km. Tol ini akan meningkatkan konektivitas di Sumatera Utara dan bisa mempermudah akses wisatawan, khususnya dari Kota Medan menuju destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Danau Toba dan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Namun, perusahaan menargetkan peresmian serentak di akhir tahun 2023 hanya mencakup seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura, seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung, seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan, dan seksi 4 segmen Serbelawan-Sinaksak.
Sedangkan untuk seksi 4 segmen gerbang tol Sinaksak-Raya saat ini dalam tahapan konstruksi karena masih ada pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan ditargetkan rampung pada Oktober 2023.
Sementara seksi 5 dan 6 dari proyek Kutepat merupakan porsi pemerintah. Seksi 5 yaitu Pematang Siantar-Seribudolok sepanjang 22,30 km dan Seksi 6 Seribudolok-Parapat sepanjang 16,70 km masih dalam tahap finalisasi desain.
"Waktu perencanaan business plan, IRR 12,02 persen, dengan catatan itu terhubung sepanjang 143 km sampai Parapat. Tidak hanya sampai Pematang Siantar saja, tapi sampai Parapat yang merupakan trase dukungan pemerintah," tutur Ergy.
Ergy menambahkan, target lalu lintas harian rata-rata (LHR) khusus kendaraan golongan 1 di tol Kutepat ini ditargetkan mencapai 7.000. Hal ini melihat realisasi LHR saat tol dibuka secara fungsional untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu dan hari raya Idul Fitri tahun ini.
"Kepastian pemerintah sangat kita harapkan, karena daya tarik LHR tujuannya terhubung sampai destinasi wisata, ini sangat penting membangkitkan traffic besar karena berdasarkan survei lalu lintas ke arah Parapat ini yang bangkitannya besar," ungkap Ergy.
Selain itu, Ergy menambahkan dari total investasi proyek Kutepat senilai Rp 13,4 triliun, realisasi penyerapannya hingga Agustus 2023 mencapai Rp 9,9 triliun.
"Progres konstruksi secara kumulatif sudah sekitar 90 persen. Rencana peresmian jalan tol kami diresmikan di Desember insyaallah oleh Pak Presiden langsung," tutur Ergy.
