Kumparan Logo

Dituduh Bunuh UMKM Lokal, Shopee Menjawab

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor pusat baru Shopee di Singapura. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kantor pusat baru Shopee di Singapura. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan

Sosial media diramaikan dengan tagar #ShopeeBunuhUMKM. Kondisi itu diduga bermula dari banyaknya barang kebutuhan sehari-hari dari China dengan harga murah yang dianggap bisa menyulitkan UMKM Indonesia.

Keadaan tersebut tidak lepas dari sorotan dokter (dr) Tirta. Melalui akun instagramnya, dr Tirta yang mengaku sudah 12 tahun berkecimpung di dunia UMKM menyebut permasalahan tersebut sebagai cross border transaction. Berikut kumparan merangkum kronologinya:

Dr Tirta Komplain Soal Longgarnya Regulasi Barang Impor Dari China

Dokter Tirta menyebut fenomena yang saat ini terjadi di Indonesia sebenarnya sudah lama ada termasuk dari e-commerce asing. Namun, ia mengaku selalu didebat, karena masyarakat lebih mementingkan mendapatkan barang murah. Padahal barang kebutuhan tersebut mayoritas dari luar negeri.

“Saya ga benci impor, serius, impor penting, tapi regulasi juga penting. Impor resmi, grosir tidak apa-apa. Tapi kalau ecer gini? Ini ibarat pabrik China jualan langsung keend costumerbro ecer,” tulis Dokter Tirta melalui laman Instagram-nya, dikutip kumparan pada Kamis (18/2).

Dokter Tirta. Foto: Instagram/@dr.tirta

Dokter Tirta menganggap fenomena yang menyulitkan UMKM karena adanya seorang sellerbernama ‘mr hu’. Menurutnya, banyak orang membeli dari mr hu seperti pernak-pernik lucu, dan kebutuhan sehari-hari dengan harga sangat murah dan free ongkir.

“Saya jujur, merasa masalah ini menggerus UMKM kita, yang bergerak di bidang produksi, ini ibarat pabrik jual langsung ke end consumer. Uniknya dikirim langsung dari China. Teman-teman saya juga mengeluh ini, sepatu dijual di poloso dari China, baju polos juga ada,” tulis dr Tirta.

Kementerian Koperasi dan UKM Angkat Bicara

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki telah bertemu dan meminta Shopee menjelaskan persoalan tersebut. Sebab, Teten ingin memastikan komitmen Shopee memberdayakan UMKM lokal.

"Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melindungi kepentingan nasional yaitu UMKM. Jika diperlukan, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong diterbitkannya kebijakan Pemerintah untuk melindungi UMKM dari praktik perdagangan yang tidak adil," kata Teten Masduki melalui keterangan tertulis seperti yang dikutip kumparan, Jumat (19/2).

Teten menyatakan bakal mengambil langkah mitigasi terhadap aktivitas perdagangan cross border yang menjadi ancaman bagi UMKM dan produk lokal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok. MenKopUKM

Kemenkop UKM juga mengeklaim telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengecek kepatuhan seluruh penyedia marketplace terhadap ketentuan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang berlaku.

Sebelumnya, perlindungan Pemerintah terhadap UMKM juga telah dilakukan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK/010/2019 yang menurunkan ambang batas bea masuk barang kiriman dari USD 75 menjadi USD 3. Barang impor di atas USD 3 atau Rp 42.000 dikenai tarif pajak sebesar 17,5 persen yang terdiri dari bea masuk 7,5 persen, PPN 10 persen, dan PPh 0 persen.

Shopee Klaim Hanya Ada 0,1 Persen Penjual Cross Border

Shopee Indonesia angkat bicara soal tudingan membunuh UMKM lokal. Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengeklaim bahwa sebanyak 98,1 persen dari 4 juta penjual aktif di Shopee adalah UMKM dan hanya 0,1 persen penjual cross border.

"Shopee berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia dengan memberikan sorotan khusus melalui inisiatif dan inovasi yang dihadirkan sejak awal Shopee berdiri. Kami telah menghadirkan rangkaian program edukasi dan pendampingan bersama dengan beberapa kementerian dan lembaga pemerintahan melalui Kampus Shopee, serta memasarkan produk UMKM melalui kanal khusus produk lokal Kreasi Nusantara,” kata Radityo dalam keterangan resmi Kemenkop UKM, Jumat (19/2).

Kata Radityo, penjualan produk UMKM di dalam ekosistem digital penyedia platform marketplace tersebut tercatat sebesar 71,4 persen, sedangkan produk cross border hanya 3 persen, dan sisanya pedagang besar lokal.

kumparan post embed