Kumparan Logo

DIVA Kembangkan 2 Produk Baru untuk Gaet Lebih Banyak UMKM

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto bersama direksi PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk di gedung BEI, Selasa (27/11/2018). (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama direksi PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk di gedung BEI, Selasa (27/11/2018). (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Perusahaan bidang usaha jasa teknologi dan digital, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) terus mengembangkan produknya agar bisa menyasar lebih banyak UMKM.

Saat ini, DIVA telah terhubung dengan 17.000 UMKM yang ada di Indonesia. Perseroan menawarkan produk paket bundling, melalui kolaborasi dengan berbagai industri.

Direktur Utama DIVA Raymond Loho menyatakan, perseroan bakal melebarkan bisnis ke subscription modal dan transaction fee.

“Untuk menyasar target UMKM, kan kami di DIVA platform kami ada dua produk yang kami utamakan. Nah produknya itu DIVA Intelligent Instant Messaging (IM), jadi bentuknya chatbot itu sangat low entery barrier untuk para UMKM,” ungkap Raymond di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/11).

Direksi PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk saat konferensi pers di gedung BEI, Selasa (27/11/2018). (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direksi PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk saat konferensi pers di gedung BEI, Selasa (27/11/2018). (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Sehingga hanya dengan bermodalkan smartphone, kemudian menginstal salah satu aplikasi messaging seperti WA, telegram, atau line, maka UMKM sudah bisa menjadi agen DIVA. Selain itu, perseroan juga tengah menyiapkan sistem pembayaran nontunai bagi UMKM.

“Lalu kami ada satu lagi, DIVA smart outlet yang bentuknya adalah device gabungan poin of sales dan payment system. Di situ untuk para UMKM yang ingin meningkatkan bisnisnya bisa menerima transaksi nontunai juga,” ujarnya.

Hingga akhir tahun 2018, DIVA memperkirakan, 19.000 UMKM yang bisa menjadi rekanan perseroan.

Selain dalam negeri, pada 2019, perseroan juga berencana untuk menggaet pasar luar negeri seperti wilayah ASEAN, salah satunya Arab Saudi. Meski demikian, perseroan masih belum merinci bentuk ekspansi tersebut.

“Karena, Indonesia sebagai salah satu mayoritas penduduknya muslim. Maka potensi religius travel itu besar sekali, seperti pasar umrah, pasar haji, itu kan ada potensi yang belum digarap secara mendalam," tandasnya.