Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Dividen Tinggi BRI Jadi Daya Tarik Investor di Tengah Volatilitas Pasar
24 Maret 2025 16:40 WIB
·
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI kembali mengalokasikan dividen dari pencapaian laba bersihnya sepanjang tahun buku 2024 yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Senin (24/3).
ADVERTISEMENT
Meski RUPST masih berlangsung, merujuk pada ucapan Direktur Utama BRI beberapa waktu lalu, dividend payout ratio BBRI untuk tahun buku 2024 di kisaran 80-85 persen. Dengan laba bersih yang diraup Rp 60,64 triliun sepanjang 2024.
Laba bersih tersebut akan digunakan untuk dividen dan laba ditahan. Rencananya, perseroan akan membagikan dividen dengan payout ratio sekurang-kurangnya sebesar 85 persen, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan. Pada tanggal 15 Januari 2025, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 135 per saham atau sebesar Rp 20,33 triliun atau sekitar Rp 51,54 triliun secara keseluruhan.
Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran, Arianto Muditomo, menjelaskan yield dividen BRI yang stabil dan kompetitif akan membuat investor bertahan secara jangka panjang, meskipun pasar sedang bergejolak (volatile).
ADVERTISEMENT
"Yield dividen BBRI yang stabil dan kompetitif tetap menjadi salah satu alasan utama bagi investor jangka panjang untuk bertahan, apalagi dalam kondisi pasar yang volatil," ujarnya kepada kumparan, Senin (24/3).
Arianto melanjutkan, meskipun yield dividen memberi bantalan nilai, investor jangka panjang tetap perlu mencermati arah bisnis dan efisiensi operasional ke depan.
Oleh karena itu, menurutnya, efektivitas yield dividen sebagai penarik minat investor akan sangat tergantung pada keyakinan pasar terhadap keberlanjutan laba di tengah tantangan sektor perbankan yang kompleks.
"Konsistensi BBRI dalam membagikan dividen memberi sinyal stabilitas yang penting di tengah pasar yang bergejolak, terutama bagi investor institusi dan ritel yang mengandalkan cashflow tetap. Kebijakan dividen ini menciptakan persepsi bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat dan manajemen disiplin dalam alokasi modal," jelas Arianto.
ADVERTISEMENT
Arianto juga menilai BRI tergolong emiten perbankan yang konsisten dalam kebijakan dividennya secara jangka panjang. Hal ini, kata dia, menjadi nilai jual tersendiri yang mencerminkan orientasi BRI pada kepastian return bagi pemegang saham, termasuk negara sebagai pemegang saham utama.
"Dibandingkan bank-bank lain, BBRI tergolong sangat konsisten dalam membagikan dividen dengan rasio yang menarik, bahkan saat pasar sedang tidak menentu," ungkapnya.
Terlepas dari hal itu, Arianto berpendapat fleksibilitas dalam penyesuaian kebijakan dividen tetap diperlukan agar BRI bisa menjaga ruang pertumbuhan dan investasi, tanpa mengorbankan kesehatan keuangan jangka panjang.
Senada, Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, juga menilai kebijakan dividen yang konsisten dan kompetitif dapat menjadi daya tarik bagi para investor.
ADVERTISEMENT
"Bila melihat kinerja keuangan BBRI dan permodalan yang kuat, maka dividen tersebut dapat mencerminkan fundamental keuangan perusahaan yang bagus," tutur Trioksa.
Trioksa mengatakan, salah satu daya tarik adalah bila perusahaan memiliki kinerja yang konsisten bertumbuh dan rutin membagi dividen, namun keputusan investor untuk membeli dan menjual saham tetap dipengaruhi berbagai faktor.
"Dividen dapat menjadi salah satu daya tarik bagi investor jangka panjang. BBRI tergolong konsisten membagi dividen selama beberapa tahun terakhir dan yield dividen BBRI juga menarik," jelasnya.
Berikut Data Setoran Dividen BBRI 5 Tahun Terakhir:
Tahun Buku 2019
- Dividen Final: Rp 20,63 triliun
- Dividen per Saham: Rp 164,10
- Dividend Payout Ratio: 60 persen
Tahun Buku 2020
ADVERTISEMENT
- Dividen Final: Rp 12,12 triliun
- Dividen per Saham: Rp 96,49
- Dividend Payout Ratio: 65 persen
Tahun Buku 2021
- Dividen Final: Rp 26,41 triliun
- Dividen per Saham: Rp 174,25
- Dividend Payout Ratio: 85 persen
Tahun Buku 2022
- Dividen Interim: Rp 8,60 triliun
- Dividen per Saham: Rp 57,00
- Dividen Final: Rp 34,89 triliun
- Dividen per Saham: Rp 231,22
- Dividend Payout Ratio: 85 persen
Tahun Buku 2023
- Dividen Interim: Rp 12,67 triliun
- Dividen per Saham: Rp 84,00
- Dividen Final: Rp 35,43 triliun
- Dividen per Saham: Rp 235,00
- Dividend Payout Ratio: 80,04 persen