Djarum Group Komitmen Bangun 3.250 Rumah dan Sanitasi di Jawa Tengah

Djarum Group menyampaikan komitmen membangun serta merenovasi 3.250 unit rumah serta fasilitas sanitasi untuk masyarakat yang membutuhkan pada tahun 2026. Total anggaran yang siapkan mencapai Rp 45 miliar.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara mengapresiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) Djarum Group tersebut untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan di kawasan Jawa Tengah.
"Saya sangat merasa terbantu oleh Djarum karena membantu program 3 juta rumah dengan gotong royong. Inilah semangat bangsa kita, gotong royong. Tahun lalu saya datang dan saya akan datang lagi, ya. Ini contoh yang baik," katanya saat rapat bersama perwakilan Djarum Group di kantornya, Rabu (2/9).
Ara juga menyambut baik komitmen perusahaan karena dilaksanakan dengan tepat sasaran kepada masyarakat yang tidak mampu, dilihat dari status ekonomi dan kondisi kelayakan rumah.
"Jadi orangnya dilihat yang memang kehidupan ekonominya cukup berat, ya. Rumahnya juga yang tidak layak huni, dan itu rumah satu-satunya," tuturnya.
GM Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan komitmen tersebut mencakup pembangunan 500 rumah baru dan 2.783 sanitasi, termasuk sisa komitmen pembangunan sanitasi pada tahun 2025 sebanyak 33 unit dari tahun sebelumnya.
"Totalnya nanti tahun ini tuh kita akan membuat 3.250. Sampai hari ini sudah kita selesaikan 1.210," ungkapnya.
Budi menjelaskan realisasi pembangunan 1.210 rumah dan sanitasi tersebut meliputi 324 unit rumah baru dan 886 sanitasi, sehingga sisa komitmen yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ini yakni 2.073 komitmen, mencakup 176 rumah dan 1.897 sanitasi. Fasilitas tersebut tersebar di Kudus, Brebes, Wonogiri, hingga Salatiga.
"Alhamdulillah semuanya lancar karena kita juga bekerja sama dengan Pemda setempat. Jadi datanya adalah mulai dari bekerja sama dengan Pemda, ambil dari data paling rendah ya dari RT/RW," tuturnya.
Djarum Group melaksanakan program pembangunan rumah dan sanitasi masyarakat tidak mampu khusus di Jawa Tengah. Rincian pembiayaannya mencakup pembangunan rumah dengan dua kamar sebesar Rp 70 juta per unit, sementara rumah dengan tiga kamar mencapai Rp 80 juta per unit. Sementara untuk renovasi rumah, biaya tergantung kerusakan rumah.
Dengan demikian, total pendanaan yang dikucurkan Djarum Group untuk pembangunan 500 rumah baru pada tahun 2026 ini sekitar Rp 35 miliar, sementara untuk pembangunan sanitasi Rp 10 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 45 miliar.
"Dengan ada perubahan kenaikan-kenaikan ini bisa jadi sampai ke Rp 35 miliar kurang lebih nanti. Itu untuk yang bangun baru aja. Sedangkan yang sanitasi dan segala macam kurang lebih bisa bisa sampai sekitar Rp 10 miliar tambahan," kata Budi.
