Dolar AS Melemah ke Rp 14.020

Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan terhadap nilai tukar rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut dibuka di level Rp 14.070.
Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (11/5), kondisi dolar AS kemudian melemah terhadap rupiah dengan berada di level Rp 14.020. Dolar AS kemudian bergerak menguat dan kini posisinya ada di Rp 14.050.
Secara year to date (ytd), dolar AS masih menguat terhadap rupiah sebesar 0,035%.
Binaartha Sekuritas dalam risetnya menyebutkan hasil perilisan data inflasi AS beserta data inflasi AS yang tidak sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar, mampu memberikan katalis positif bagi rupiah khususnya. Sebagai informasi, adapun data inflasi AS (MoM) dirilis turun menjadi 0,2% dari proyeksi sebesar 0,3%. Selain itu, data inflasi inti AS (MoM) dirilis turun menjadi 0,1% dari proyeksi sebesar 0,2%. Sementara itu, data inflasi tahunan AS dirilis sesuai dengan proyeksi, yakni sebesar 2,5%.

Meskipun hasil perilisan data-data inflasi tersebut rata-rata masih di bawah ekspektasi, namun The Fed tetap berkomitmen untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada bulan Juni mendatang.
Secara internal, di tengah-tengah meningkatnya ketidakpastian global, BI sudah berupaya untuk melakukan intervensi agar nilai tukar rupiah tetap stabil terhadap dolar AS. Alhasil, hasil data cadangan devisa per April tergerus menjadi USD 124,9 miliar, atau lebih rendah USD 1,1 miliar dari posisi sebesar USD 126 miliar pada bulan sebelumnya.
Selain itu, para pelaku pasar berspekulasi bahwa BI 7-Day Repo Rate akan dinaikkan bahkan sampai 50 basis poin. Bisa jadi langkah tersebut diharapkan agar mampu menjaga tingkat stabilitas rupiah dalam merespons penguatan dolar AS untuk ke depannya.
Secara teknikal, pada USDIDR daily chart, Kamis, 10 Mei 2018 pukul 19.45 WIB, terlihat pola bearish pin bar candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar bagi dolar AS, didukung oleh indikator stochastic dan RSI yang sudah meninggalkan area jenuh jual atau oversold.
Maka dari itu, rupiah diprediksikan bergerak secara mixed dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS. Range USDIDR hari Jumat adalah: 13.975 hingga 14.145.
