Kumparan Logo

Dorong Ekosistem Digital Global, Telin Jalin 4 Kemitraan Strategis di BATIC 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Telin dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) menandatangani MoU BSCS Fiber Pair Project dalam rangkaian BATIC 2026 sebagai upaya upaya memperluas kolaborasi strategis dan mengoptimalkan infrastruktur konektivitas internasional untuk menjawab kebutuhan konektivitas digital yang semakin tinggi di Nusa Dua, Bali. Foto: Dok. Telkom
zoom-in-whitePerbesar
Telin dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) menandatangani MoU BSCS Fiber Pair Project dalam rangkaian BATIC 2026 sebagai upaya upaya memperluas kolaborasi strategis dan mengoptimalkan infrastruktur konektivitas internasional untuk menjawab kebutuhan konektivitas digital yang semakin tinggi di Nusa Dua, Bali. Foto: Dok. Telkom

Dalam gelaran Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, Telin sebagai operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses menjalin empat kerja sama strategis.

Empat kerja sama tersebut berupa Letter of Intent (LOI) dengan PEACE Cable International Network Co., Limited (PEACE), Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto dengan TM Forum, Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+, dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) sebagai bagian dari Remala Group dalam Djarum Group.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kapasitas konektivitas internasional, penerapan standar arsitektur digital yang lebih terbuka dan interoperable, serta integrasi kapabilitas konektivitas dan data center.

CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, mengungkapkan keempat kerja sama tersebut membantu Telin dalam mengembangkan layanan dan membuka peluang bisnis di pasar global.

"Industri digital terus bergerak menuju ekosistem yang semakin terkoneksi, dan kebutuhan pelanggan ikut berkembang seiring dengan itu. Sehingga kami di Telin, membangun kapabilitas global bukan lagi soal memperluas jaringan, tetapi juga bagaimana kami dapat menghubungkan berbagai teknologi, platform, dan pemain di dalam ekosistem untuk menciptakan lebih banyak pilihan dan nilai bagi pelanggan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdul juga mengatakan, empat kerja sama yang terjalin di BATIC 2026 merefleksikan pendekatan tersebut. Menurutnya, Telin ingin terus berada di titik temu berbagai kapabilitas untuk membuka ruang pertumbuhan baru bagi Telin, TelkomGroup, dan para partner.

Telin Kerja Sama dengan PEACE, Ekspansi Bisnis hingga Mesir dan Prancis

CEO Telin in Singapore Indarto (kanan) dan CEO PEACE Cable International Network Co., Limited Sun Xiaohua (kiri) berjabat tangan usai penandatanganan Letter of Intent (LOI) dalam rangkaian BATIC 2026 di Bali. Foto: Dok. Telkom

CEO Telin in Singapore, Indarto dan CEO PEACE Cable International Network Co., Sun Xiaohua menandatangani LOI untuk sumber konektivitas sekitar sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps) yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa.

Penandatanganan yang disaksikan SVP Business Development & Operation Telin, Bernadus Wahyu Wijayanto, dan Chief Commercial Officer PEACE, Lucus tersebut mencakup dark spectrum resources yang menghubungkan Mesir dan Prancis serta kapasitas end-to-end dengan nilai setara yang mendukung konektivitas lintas Mesir.

Ekspansi ini mendorong peran Telin dalam mendukung kebutuhan konektivitas andal antarpasar digital utama, terutama untuk dalam layanan layanan cloud, data center, kecerdasan artifisial (AI), serta berbagai aplikasi digital lainnya.

Kolaborasi Telin dan TM Forum Dorong Arsitektur Digital Terbuka

Chief Technology Officer Telin, Wahyudi Chandra Purnama dan Chief Technology Officer TM Forum, George Glass, menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum. Melalui manifesto tersebut, Telin mengadopsi Open Digital Architecture dan Open APIs untuk mendukung arsitektur yang terbuka dan lebih agile.

Dengan penerapan arsitektur dan standar terbuka diharapkan dapat menyederhanakan integrasi, memperluas ruang kolaborasi, dan meningkatkan efisiensi pengembangan kapabilitas digital.

Chief of Product Telin, Azmal Yahya, mengatakan penandatanganan tersebut menjadi cara Telin agar lebih terbuka sekaligus menyelaraskan teknologinya sesuai standar industri global.

"Adopsi Open Digital Architecture dan Open APIs menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Telin. Hal ini juga menegaskan bahwa Teliners merupakan bagian dari komunitas inovasi terbaik dunia yang didukung oleh TM Forum, sehingga kami dapat menghadirkan inovasi ke tingkat global sekaligus di lingkungan Telin, dalam mendukung visi kami membangun Digital Telco of Tomorrow," ujar Azmal.

Chief Technology Officer TM Forum, George Glass, ungkap penandatanganan manifesto untuk mempercepat inovasi dan memperkuat kolaborasi di dalam ekosistem global dengan Telin.

"Kami senang melihat Telin memperkuat komitmennya terhadap Open Digital Architecture dan Open APIs. Standar yang terbuka dan interoperabel sangat penting untuk mempercepat inovasi, menyederhanakan integrasi, dan membuka peluang kolaborasi baru dalam ekosistem global. Adopsi Open Digital Architecture oleh Telin memungkinkan cara kerja yang lebih efisien dan seamless, sehingga Telin dapat memanfaatkan kapabilitas dari pemain telekomunikasi dan teknologi lainnya untuk memperkuat kolaborasi," jelas George.

Telin Perluas Konektivitas dan Data Center dengan SM+ dan GTI

Telin dan SM+ menandatangani MoU dalam rangkaian BATIC 2026 untuk memperluas peluang bisnis infrastruktur digital global melalui integrasi kapabilitas data center colocation SM+ dan jaringan konektivitas global Telin, termasuk solusi TNEX. Foto: Dok. Telkom

Telin juga menjalin kerja dengan SM+ dalam menggabungkan kapabilitas data center dan dengan keahlian dan jaringan konektivitas untuk membuka peluang baru di pasar infrastruktur digital internasional.

Dalam Mou tersebut, Telin akan mendukung SM+ dalam memperluas jangkauan solusi data center colocation dan menjangkau pelanggan baru di pasar internasional. Dengan portofolio Telin, termasuk TNEX, siap untuk menghadirkan konektivitas ke berbagai pasar utama dunia.

Telin dan GTI juga menandatangani MoU untuk BSCS Fiber Pair Project dalam BATIC 2026. Terlebih dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas yang seamless antarpasar sebagai dampak digitalisasi, kerja sama ini membuka peluang kedua belah pihak untuk mengoptimalkan nilai dari infrastruktur BSCS dan mendukung kebutuhan konektivitas di masa mendatang.