Dorong Transaksi Digital, Bank Mandiri Hadirkan Kantor Cabang Modern Edukatif

Tahun ini, Bank Mandiri akan mengenalkan konsep edukatif (edu-branch) pada enam kantor cabang di Indonesia. Pada Kamis (9/7), Bank Mandiri meresmikan pengoprasian kantor cabang modern dengan konsep edukatif di Menara Astra lantai 2, Jakarta.
Peresmian tersebut merupakan langkah Bank Mandiri untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan terus bertransformasi dalam perkembangan teknologi digital.
Edu-branch KCP Jakarta Menara Astra menempati salah satu sudut di lantai 2 Gedung Menara Astra dengan tambahan area kolaborasi. Kantor ini menempati area seluas 285 m2, yang terdiri dari area cabang (banking hall dan back office) seluas 231 m2 serta area kolaborasi seluas 54 m2. Adapun target market yang ingin disasar dengan konsep edu-branch KCP Jakarta Menara Astra adalah para karyawan, profesional, dan entrepreneur yang well educated serta technology savvy.
Di kantor cabang tersebut, para nasabah akan diberikan pengalaman bertransaksi digital dengan mudah, cepat, dan aman. Misalnya layanan pembukaan rekening online, cara pembayaran praktis via Mandiri Online, cara pembelian produk investasi, dan lain-lain.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, inovasi KCP dengan konsep edu-branch dilakukan sebagai bentuk adaptasi perseroan pada perkembangan bisnis terkini yang sejalan dengan revolusi industri 4.0 sekaligus sebuah upaya pemenuhan layanan nasabah di tengah pandemi COVID-19.
"Inisiatif ini juga merupakan implementasi visi terbaru perseroan untuk menjadi mitra finansial pilihan utama nasabah dengan misi menyediakan solusi perbankan digital yang handal dan simple. Sehingga, Bank Mandiri dapat menjadi modern digital bank terbaik ke depannya," kata Hery dalam peresmian tersebut.
Di tengah fase new normal, Bank Mandiri juga terus berinovasi dan berkreasi untuk mendapatkan metode distribusi yang lebih efisien, mengurangi kontak/interaksi secara langsung, dengan cara menambah titik kontak nasabah di channel digital.
Hery menambahkan, saat ini pihaknya terus mendorong penggunaan aplikasi Mandiri Online sebagai produk digital utama perseroan bagi nasabah retail. Dengan berbagai kemudahan layanan keuangan yang diberikan, produk ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan keleluasaan dalam bertransaksi.
Misalnya, login ke Mandiri Online kini dapat dilakukan dengan sidik jari, face recognition, maupun user id dan password. Setelah login, nasabah dapat mengakses seluruh informasi produk yang dimiliki nasabah. Mulai dari saldo dan histori transaksi rekening tabungan, deposito, limit dan histori transaksi kartu kredit, hingga status pinjaman personal. Bahkan bagi nasabah yang ingin berinvestasi dapat langsung melakukan pembukaan rekening mandiri tabungan rencana dan deposito melalui Mandiri Online.
Dari sisi transaksi, Mandiri Online memiliki fitur transaksi yang lengkap seperti pemindahbukuan, transfer antar bank, pendaftaran pembayaran secara auto debit, top-up e-Money, LinkAja, dan uang elektronik lain.
Tak hanya itu, Mandiri Online juga sudah terkoneksi dengan lebih dari 1,800 rekanan untuk melayani berbagai transaksi pembayaran ke merchant e-commerce, transportasi online, termasuk pembayaran tagihan rutin seperti listrik, air, pajak dan BPJS Kesehatan. Apalagi sekarang potensi maksimal dari Mandiri Online sudah bisa dinikmati di smartphone Android maupun iOS dengan rilis fitur update saldo e-Money di perangkat iOS pada bulan Juni 2020.
Pada triwulan pertama 2020, Mandiri Online tercatat memiliki lebih dari 5 juta pengguna terdaftar dengan user aktif dibandingkan tahun lalu mencapai 61 persen. Lebih dari 170 juta transaksi telah dilakukan di Mandiri Online dengan nilai transaksi mencapai Rp230 triliun. Secara keseluruhan, Mandiri Online memberikan kontribusi pendapatan terhadap perseroan sebesar lebih dari Rp200 miliar.
Sementara itu, Regional CEO Bank Mandiri Harry Gale mengatakan, pihaknya siap untuk terus mengembangkan inovasi dan lebih banyak berinteraksi dengan nasabah untuk memberikan edukasi layanan perbankan digital.
“Kami berharap kehadiran KCP Jakarta Menara Astra dapat memberikan kontribusi positif bagi Bank Mandiri pada khususnya dan terutama kemajuan bangsa dan negara Indonesia.” kata Harry.
Hingga Maret 2020, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.322 jaringan kantor, yang terdiri dari 2.582 kantor cabang dan 1.740 kantor mikro. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Mandiri Online, SMS Banking, dan Call Center 14.000.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Bank Mandiri
