Kumparan Logo

Driver Ojol Demo dan Matikan Aplikasi, Konsumen Diminta Cari Alternatif Pesanan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) melakukan aksi damai di depan kantor Gojek, Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis (24/3/2022). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) melakukan aksi damai di depan kantor Gojek, Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis (24/3/2022). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Koalisi Ojol Nasional (KON) mengumumkan pengemudi ojek online (ojol) ojek se-Jabodetabek tidak akan menerima orderan hari ini lantaran akan melakukan demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (29/8).

Kepala Divisi Hukum KON Rahman mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan hari dilakukan karena ketidakadilan dalam bisnis antara aplikator dengan mitra pengemudi ojol.

"Kami atas nama driver ojek online se-Jabodetabek dan se-Indonesia tidak akan menerima atau mengambil orderan dalam bentuk apa pun (Food, Ride, dan Paket) pada tanggal 29 Agustus 2024 sampai jam yang belum bisa di tentukan," kata Rahman dalam keterangan resmi, Kamis (29/8).

Dengan adanya aksi demo ini, Rahman berharap para pengguna jasa ojek online mencari atau menggunakan cara lain untuk memenuhi kebutuhan di hari ini. "Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," ujarnya.

Adapun sasaran aksi demonstrasi ditujukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan tuntutan revisi atau penambahan pasal dari peraturan kominfo No 01/2012 tentang formula tarif layanan pos komersial.

instagram embed

Rincian tuntutan driver ojol sebagai berikut:

  1. Revisi dan penambahan pasal Permenkominfo nomor 1 tahun 2012 tentang formula tarif layanan pos komersial untuk mitra ojek online dan kurir online di Indonesia.

  2. Kominfo wajib mengevaluasi dan memonitoring segala bentuk kegiatan bisnis dan program aplikator yang dianggap mengandung unsur ketidakadilan terhadap mitra pengemudi ojek online dan kurir online di Indonesia.

  3. Hapus program layanan tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan pada semua aplikator yang dinilai tidak manusiawi dan memberi rasa ketidakadilan terhadap mitra driver ojek online dan kurir online.

  4. Penyeragaman tarif layanan pengantaran barang dan makanan di semua aplikator.

  5. Tolak promosi aplikator yang dibebankan kepada pendapatan mitra driver.

  6. Legalkan ojek online di Indonesia dengan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) beberapa kementerian terkait yang membawahi ojek online sebagai angkutan sewa khusus.

"Tuntutan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah melalui Kominfo. Gelaran aksi akan kami laksanakan jam 13.00 sampai selesai dengan perkiraan massa kurang lebih 2.500 orang di kantor Kominfo," kata Rahman.

"Gelaran aksi demo hari ini berangkat dari keluhan para mitra driver kurir online di lapangan yang selama ini terjadi di lapangan. Gelaran aksi ini kita adakan dengan aksi damai dan murni kepentingan mitra di lapangan serta di inisiasi oleh Koalisi Ojol Nasional," sambungnya.