Kumparan Logo

Dua Tahun Tak Pulang Kampung, Ini Reaksi Masyarakat yang Ikut Mudik Gratis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mudi Gratis. Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mudi Gratis. Foto: Abdul Latif/kumparan

Sudah dua tahun masyarakat Indonesia tidak melakukan mudik Lebaran akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, pemerintah memberikan kelonggaran masyarakat bisa mudik dengan syarat sudah melakukan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan adanya pelonggaran tersebut, program mudik gratis kembali digelar. Kementerian BUMN bekerja sama dengan 25 perusahaan pelat merah dan Jasa Raharja, menggelar program tersebut.

Program mudik gratis tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Wahyudi misalnya. Pria berusia 37 tahun yang bekerja sebagai buruh harian di Jakarta ini akan mudik ke Wonogiri, Jawa Tengah.

Wahyudi akan memboyong istri dan ketiga anaknya untuk kembali ke Wonogiri setelah hampir tiga tahun tidak bertemu sanak-saudara di kampung halaman.

Ilustrasi mudik gratis. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Adanya mudik gratis ini kita sangat terbantu. Dari tiketnya kita kan gratis, membantu banget," tutur Wahyudi saat ditemui kumparan di Gedung Nyi Ageng Serang, Rabu (20/4).

Apalagi, menurut Wahyudi, pekerjaannya yang serabutan menjadi momok tersendiri baginya. Untuk tiket bus dari Jakarta menuju Wonogiri dipatok Rp 480 ribu per orangnya.

Jika dia memboyong satu keluarga, biaya yang dikeluarkan untuk sekali perjalanan sebesar Rp 2,4 juta. Sementara biaya pulang pergi harus merogoh kocek hampir Rp 5 juta.

Wahyudi menambahkan, Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian di keluarganya. Adanya program mudik gratis ini sangat membantu meringankan biaya pengeluaran dan dapat dialihkan untuk keperluan lainnya selama Lebaran di kampung halaman.

"Bisalah buat keluarga di kampung, berbagi juga," tandas Wahyudi.