Dukung G20, Hutama Karya Targetkan Proyek Pelabuhan Sanur Rampung September 2022

22 Agustus 2022 12:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Progress Pembangunan Pelabuhan Sanur. Foto: Dok. Hutama Karya
zoom-in-whitePerbesar
Progress Pembangunan Pelabuhan Sanur. Foto: Dok. Hutama Karya
ADVERTISEMENT
PT Hutama Karya (Persero) berupaya mempercepat penyelesaian konstruksi proyek pembangunan Pelabuhan Sanur yang mulai digarap sejak akhir tahun 2020. Melalui Joint Operation dengan PT Sumber Bangun Sentosa dan PT Virama Karya, proyek di Bali itu ditargetkan rampung lebih cepat 6 bulan yakni pada September 2022 dari target semula Februari 2023.
ADVERTISEMENT
Direktur Operasi I Hutama Karya Gunadi mengatakan percepatan target tersebut menyusul kunjungan dan arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ke Pelabuhan Sanur pada Rabu (27/7) lalu. Ia mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi di lapangan untuk mempercepat proses konstruksi dengan tepat biaya dan tepat mutu.
“Hingga saat ini progres pembangunan Pelabuhan Sanur telah mencapai lebih dari 80 persen. Sejumlah strategi percepatan yang kami lakukan diantaranya pekerjaan DED dikerjakan simultan dengan pekerjaan konstruksi, selektif dalam pemilihan vendor yang berkualitas dan penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan,” ujar Gunadi melalui keterangan tertulis, Senin (22/8).
Gunadi mengakui dalam menggarap proyek tersebut tidak mudah. Namun, ia memastikan segala tantangan dalam proses pengerjaan proyek tersebut sudah diantisipasi salah satunya lewat penerapan teknologi khusus.
ADVERTISEMENT
“Teknologi yang digunakan yaitu BPPT Lock 1,3 ton dan 3,6 ton sebagai Armor utama pengganti Tetrapod dalam struktur Breakwater. Kami berharap proyek ini rampung sesuai waktunya dengan tetap mengedepankan kualitas hasil dan mutu sehingga dapat digunakan saat perhelatan G20 nanti,” tutur Gunadi,
Progress Pembangunan Pelabuhan Sanur. Foto: Dok. Hutama Karya
Kehadiran Pelabuhan Sanur ini dianggap akan menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Dewata. Tak hanya itu, pelabuhan tersebut akan digunakan peserta G20 pada bulan November nanti untuk menyebrang ke Nusa Penida, serta sebagai simbol kemajuan infrastruktur publik khususnya di Pulau Bali.
Adapun paket pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya mencakup desain dan build struktur pelindung pantai dengan jenis Rubble Mound Breakwater, pekerjaan pengerukan lapisan tanah di sekitar pantai, pembangunan dermaga apung atau ponton, penguatan dinding pantai eksisting, serta pembangunan fasilitas darat pelabuhan yakni terminal dan pos jaga.
ADVERTISEMENT