Duta Besar RI Saksikan MoU Investasi Indonesia - Australia Rp 14 Triliun

17 November 2020 18:33 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dubes RI Kristiarto Legowo mengikutinya di Indonesian Pavillion bersama para pebisnis Australia dan RI Foto: KBRI Canberra
zoom-in-whitePerbesar
Dubes RI Kristiarto Legowo mengikutinya di Indonesian Pavillion bersama para pebisnis Australia dan RI Foto: KBRI Canberra
ADVERTISEMENT
Dubes Indonesia untuk Australia Y. Kristiarto S. Legowo bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, pejabat dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan pejabat Pemerintah Daerah Ibukota Canberra (ACT) menyaksikan penandatanganan secara virtual Shareholder Agreement antara PT Jasa Sarana (Indonesia) dan Aspen Docta (Australia) yang berlangsung di Bandung dan Canberra.
ADVERTISEMENT
Acara penandatanganan tersebut merupakan salah satu sesi dari rangkaian West Java Investment Summit 2020 (WIJS) pada tanggal 16-17 November 2020. Shareholder Agreement tersebut merupakan perjanjian kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur kesehatan di Jawa Barat.
Penandatanganan di Bandung dilakukan oleh Hanif Mantiq, Direktur Utama Jasa Sarana yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Sementara penandatanganan di Canberra berlangsung di KBRI Canberra yang dilakukan oleh Bruce Armstrong, CEO ASPEN Medical dan Dr Andrew Rochford, CEO Docta dengan disaksikan Dubes RI Canberra, Dubes Australia untuk Indonesia, Commissioner for International Engagement, Pemerintah Ibukota Canberra, pejabat dari DFAT dan Austrade.
Sebelum acara penandatanganan, Dubes RI Canberra menyampaikan,“Kerja sama ini merupakan manifestasi dari semakin meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia khususnya pasca berlakunya Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sejak 5 Juli 2020,” kata Kristiarto dalam siaran pers KBRI Canberra, Selasa (17/11)
ADVERTISEMENT
Investasi ini tidak saja akan mendorong roda perekonomian dan penciptaan lapangan kerja di Jawa Barat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yang tinggi investor Australia terhadap Indonesia di tengah-tengah masa pandemi ini. Lebih lanjut, Dubes RI menyampaikan bahwa realisasi kerja sama ini merupakan salah satu tindak lanjut hasil pertemuan Business Roundtable yang diadakan pada saat Kunjungan Presiden RI ke Australia pada bulan Februari 2020 yang juga dihadiri oleh CEO Aspen Medical Group, Bruce Armstrong.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Senin (19/10). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Dubes RI menyampaikan harapan agar Aspen Medical juga dapat menjalin kerja sama serupa dan menanamkan investasinya di provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama Dubes Quinlan, CEO ASPEN Medical Group dan CEO Docta juga menyampaikan sambutan yang intinya menggaris bawahi kerja sama investasi ini sangat relevan pada masa pandemi COVID-19. Sedangkan CEO Aspen Medical dan CEO Docta secara khusus menyampaikan harapannya bahwa investasi perusahaannya akan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Jawa Barat dan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Investasi perusahaan Aspen Docta senilai USD 1 miliar atau setara Rp 14 triliun untuk pembangunan dan pengoperasian 650 klinik kesehatan dan 23 rumah sakit di Jawa Barat. Aspen Docta berencana membangun 40 klinik dan 1 rumah sakit pada tahun 2021, 400 klinik dan 5 rumah sakit pada tahun 2023, dan 250 klinik dan 18 rumah sakit pada tahun berikutnya.