Kumparan Logo

EBITDA GoTo Kuartal I 2023 Tumbuh 67 Persen, Dekati Target Profitabilitas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek

Di kuartal pertama 2023, kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan pertumbuhan yang kian membaik. Hal tersebut membuat perusahaan semakin dekat untuk mencapai target profitabilitasnya di akhir tahun ini.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, emiten teknologi yang menaungi Gojek, Tokopedia, GoTo Financial, dan GoTo Logistics ini mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,6 triliun, atau meningkat 67 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kami terus melangkah menuju profitabilitas dan kini berada pada pertengahan jalan menuju target EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat tahun ini,” ujar Direktur Utama GOTO, Andre Soelistyo, dalam keterangan resmi pada Kamis (27/4).

Di sisi lain, GOTO juga mencatat pertumbuhan pendapatan bruto yang positif di kuartal pertama 2023 sebesar 14 persen menjadi Rp 6 triliun. Andre mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kesetiaan konsumen dengan memanfaatkan portofolio produk bernilai tambah (value-added products) dan layanan premium.

Kenaikan pendapatan bruto GOTO ini juga sejalan dengan pertumbuhan positif unit bisnisnya. Selama kuartal I 2023, unit bisnis on-demand services melalui Gojek membukukan kenaikan pendapatan bruto sebesar 12 persen year on year (yoy). Sementara itu, pendapatan bruto dari unit bisnis e-commerce melalui Tokopedia tumbuh 21 persen yoy menjadi Rp 2,26 triliun.

Pendapatan bruto bisnis financial technology (fintech) melalui GoTo Financial (GTF) dan logistics melalui GoTo Logistics (GTL) pun meningkat masing-masing sebesar 18 persen dan 12 persen yoy.

Lalu pendapatan bersih GOTO mencatatkan pertumbuhan positif selama kuartal pertama tahun ini yang meningkat hingga 123 persen menjadi Rp 3,32 triliun. Pertumbuhan pendapatan bersih ini –yang dibarengi dengan berbagai upaya penekanan biaya– mampu membuat emiten teknologi ini menekan rugi bersih menjadi Rp 3,89 triliun di kuartal I 2023, menyusut 41 persen yoy dibanding rugi bersih kuartal I 2022 sebesar Rp 6,61 triliun.

Perusahaan teknologi ini juga berhasil mencatatkan penurunan biaya insentif dan pemasaran sebesar 39 persen yoy sebesar Rp 2,6 triliun. Hal ini berhasil membuat perusahaan mencatatkan margin kontribusi positif sebesar 0,4 persen dari nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) sebesar Rp 636 miliar, tumbuh pesat 224 basis poin (bps) secara yoy pada periode ini.

Direktur keuangan GOTO, Jacky Lo, mengatakan, tercapainya margin kontribusi positif keseluruhan perusahaan didukung oleh peningkatan pertumbuhan pendapatan dan rasionalisasi insentif secara konsisten.

“Pengelolaan beban operasional tetap (fixed operational cost) secara cermat turut mendukung perusahaan dalam langkahnya mencapai profitabilitas dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat cash burn,” kata Jacky.

Jacky Lo. Foto: Dok. Istimewa

Ia pun menambahkan, GOTO akan terus menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan beban sebagai strategi jangka panjang penting bagi perusahaan. Sehingga perusahaan mampu memberikan keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan modal demi percepatan di masa depan.

Bukan itu saja, rugi bersih perseroan di kuartal pertama 2023 menurun signifikan sebesar 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 3,9 triliun. Hal ini didorong antara lain oleh pertumbuhan pendapatan serta penurunan insentif dan biaya pemasaran produk.

Selain itu, perbaikan pada rugi operasional sebagian diimbangi oleh faktor non-operasional, seperti normalisasi nilai tukar mata uang asing dan penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan.