Kumparan Logo

Ekonomi China Melambat ke 4,8% di Q3 2025, Terlemah dalam Setahun Terakhir

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jalanan di China. Foto: MikeDotta/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalanan di China. Foto: MikeDotta/Shutterstock

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III 2025 mencapai 4,8 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan periode sebelumnya 5,2 persen (yoy). Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang terlemah dalam satu tahun terakhir.

Dilansir Reuters, Senin (20/10), perlambatan ekonomi China disebabkan oleh krisis properti dan ketegangan dagang yang turut menurunkan permintaan masyarakat.

Pemerintah China telah mengucurkan sejumlah stimulus ekonomi di tahun ini, mulai dari sektor perpajakan dan ekspor, hingga saham. Namun, perang tarif yang terjadi antara AS dan China menimbulkan risiko baru yang bisa berimbas pada target pertumbuhan China di tahun ini sebesar 5 persen.

"Pemahaman pasar saat ini adalah China akan kehilangan target, apa pun yang terjadi. Bahkan dengan stimulus, itu akan berada di bawah 5 persen," kata Dan Wang, direktur China di Eurasia Group.

Ilustrasi krisis properti di China. Foto: Isaac Lawrence/AFP

Namun demikian, Wang mengatakan pemerintah China tak akan diam dan akan terus berupaya membangun perekonomian agar mencapai target.

"Tetapi dilihat dari angka untuk tiga kuartal pertama, itu akan mencapai target, menunjukkan bahwa China dapat menahan tekanan apa pun dari AS, bahkan dengan tingkat ancaman tarif dan pembatasan ekspor seperti itu," jelasnya.

Secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), pertumbuhan ekonomi China sebesar 1,1 persen, naik tipis dibandingkan kuartal sebelumnya 1,0 persen (qtq).

Sementara itu, data aktivitas manufaktur menunjukkan output industri tumbuh ke level tertinggi menjadi 6,5 persen (yoy) per September 2025, meningkat dari bulan sebelumnya 5,2 persen.

Namun, pertumbuhan penjualan ritel melambat ke titik terlemah menjadi 3,0 persen pada bulan September 2025, dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya,

Investasi aset juga menyusut 0,5 persen (yoy). Sementara investasi sektor properti minus 13,9 persen (yoy) di kuartal III 2025, setelah turun 12,9 persen pada periode Januari hingga Agustus.

Krisis properti yang berkepanjangan telah sangat membebani pertumbuhan dan kepercayaan konsumen di China, dengan momentum yang sudah ditekan oleh pertengkaran perdagangan AS.