Kumparan Logo

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 1.687 T, Termasuk E-commerce & Kripto

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang Teller menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu Dolar AS. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Seorang Teller menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu Dolar AS. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksi tembus USD 109 miliar atau sekitar Rp 1.687 triliun (kurs Rp 15.479 per dolar AS) di tahun 2025. Angka ini berdasarkan laporan Google economy SEA 2024, mencakup transaksi e-commerce dan kripto.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, transaksi tersebut diharapkan juga disumbang oleh pelaku UMKM.

Adapun selama 2023, jumlah UMKM RI mencapai 66 juta, yang berkontribusi pada PBD Indonesia sebesar Rp Rp 9.580 triliun Menurut dia, transformasi digital harus menjadi katalisator penting dalam entrepreneurship development Indonesia.

"Fokus kita adalah memperluas cakupan akses infrastruktur digital, mendorong penguatan adopsi teknologi pelatihan dan pendampingan, serta meningkatkan talenta digital melalui sertifikasi. Saya ingin lebih memicu para pengusaha harus memanfaatkan digitalisasi karena akses pasar yang lebih luas,” ujar Sandi dalam Convers(at)ion Summit: From Conversation to Conversion, Rabu (4/9).

Ilustrasi platform pertukaran kripto FTX. Foto: Sergei Elagin/Shutterstock

Sementara itu Head of Community Pintu, Jonathan Hartono, mengatakan bahwa aset kripto menjadi bagian penting dari ekosistem digital, yang juga menyumbang kontribusi besar dari sisi adopsi teknologi dan juga ekonomi.

"Dari sisi adopsi teknologi, investor crypto sudah mencapai 20 juta orang, sedangkan dari sisi ekonomi, nilai transaksinya menurut Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) hingga semester I 2024 ini mencapai lebih dari Rp 300 triliun,” jelasnya.

Jonathan menambahkan, meski pertumbuhan aset kripto eksponensial, masih banyak ruang untuk terus bertumbuh. "Untuk itu, kami hadir di event ini untuk memberikan edukasi terkait investasi aset kripto bagi pelaku UMKM yang kini semakin terintegrasi dengan ekosistem digital,” kata dia.

Melansir data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di tahun 2023 tercatat sebanyak 25,4 juta UMKM telah masuk ke dalam ekosistem digital. Dalam hal ini, Pemerintah menargetkan di tahun 2025, UMKM yang go digital bisa mencapai 30 juta.

“Kami yakin pertumbuhan UMKM di Indonesia akan menjadi katalis yang positif bagi seluruh industri di Indonesia, karena UMKM merupakan penopang utama pada sektor perekonomian dalam negeri. Kami juga berharap ke depan, teknologi blockchain melalui pemanfaatan Web3 atau Decentralized Finance (DeFi) bisa digunakan untuk menjawab tantangan yang ada bagi pelaku UMKM,” tutup Jonathan.