Bisnis
·
21 November 2020 17:22

Ekonomi RI Diramal Bisa Tumbuh 6 Persen di 2021, Begini Penjelasannya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ekonomi RI Diramal Bisa Tumbuh 6 Persen di 2021, Begini Penjelasannya (48071)
Warga beraktivitas di rumahnya berlatar belakang hunian bertingkat di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (9/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tahun 2021 merupakan tahun yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia menjadi tahun pemulihan ekonomi, paska keterpurukan akibat serangan pandemi COVID-19 pada 2020.
ADVERTISEMENT
CORE Indonesia melihat peluang besar bagi ekonomi Indonesia untuk membalikkan kondisi resesi pada tahun ini menjadi tumbuh positif, pada kisaran 3-6 persen pada tahun 2021.
“Lebarnya rentang potensi pertumbuhan ini tidak terlepas dari kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi sejauh mana ekspansi ekonomi Indonesia akan terjadi pada tahun depan,” ujar Ekonom Senior dan Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini dalam keterangannya, Sabtu (21/11).
Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan pola pergerakan ekonomi pra-pandemi yang relatif lebih stabil. Menurut dia, ada sejumlah faktor penting yang akan mempengaruhi tingkat pemulihan ekonomi pada 2021 dan juga tahun-tahun berikutnya, yaitu tren perkembangan pandemi COVID-19, adaptabilitas masyarakat dalam menghadapi pandemi, dan kecepatan penemuan serta pendistribusian vaksin COVID-19.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga efektivitas implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta ada tidaknya terobosan kebijakan yang mendorong reformasi dan transformasi ekonomi untuk pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan mencapai batas bawah 3 persen pada tahun depan apabila terjadi kondisi sebagai berikut.
Ekonomi RI Diramal Bisa Tumbuh 6 Persen di 2021, Begini Penjelasannya (48072)
Hendri saparini dalam konferensi pers Pansel KPPU Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan
Pertama, tingkat penularan wabah COVID-19 yang mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan menjelang akhir 2020 kembali meningkat pada tahun 2021 (second wave).
Kedua, proses distribusi vaksin COVID-19 berjalan lamban dan belum dapat diakses secara massal hingga semester kedua 2021.
Ketiga, tingkat keyakinan masyarakat kalangan menengah dan atas untuk berbelanja belum sepenuhnya pulih yang menyebabkan masih terbatasnya ekspansi sejumlah sektor ekonomi.
Keempat, respons kebijakan pemerintah terutama program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berjalan lamban dan kurang efektif.
ADVERTISEMENT
Namun, ekspansi ekonomi tahun depan berpotensi lebih cepat hingga mencapai 6 persen apabila beberapa asumsi berikut terpenuhi.
Pertama, penularan wabah Covid-19 secara konsisten mereda pada 2021. Kedua, pendistribusian vaksin Covid-19 berjalan lancar dan dapat diakses secara massal pada semester kedua 2021.
Ketiga, masyarakat semakin dapat beradaptasi terhadap pandemi dan tingkat keyakinan masyarakat kalangan menengah-atas untuk berbelanja pulih dengan cepat.
“Kondisi tersebut juga didukung oleh respons kebijakan pemerintah yang cepat dan efektif, tidak hanya terbatas pada yang bersifat jangka pendek, tetapi juga terobosan kebijakan yang mendorong reformasi dan transformasi ekonomi untuk pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white