Kumparan Logo

Eks Kepala OIKN Ditunjuk Pimpin Institut Pembangunan Kota & Daerah Asia Pasifik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional dan Pembangunan IKN Bambang Susantono menjawab pertanyaan praktisi politik Gus Ipang dan Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad dalam Program Info A1 kumparan di Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional dan Pembangunan IKN Bambang Susantono menjawab pertanyaan praktisi politik Gus Ipang dan Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad dalam Program Info A1 kumparan di Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Mantan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono ditunjuk sebagai Kepala Institut Pembangunan Kota dan Daerah Asia Pasifik (Cities & Local Government Institute – CLGI), di tengah dorongan kuat bagi kota-kota di Asia Pasifik untuk menjadi lebih berkelanjutan dan berketahanan iklim.

Pengumuman ini disampaikan oleh Dewan Pimpinan Persatuan Pemerintah Kota dan Daerah se-Asia Pasifik (United Cities and Local Government-UCLG ASPAC) dalam gelaran Forum Ketahanan Iklim dan Inovasi (Climate Resilience and Innovation Forum-CRIF) 2025 yang dihadiri para Gubernur dan Wali Kota/Kepala Daerah Asia Pasifik.

Penunjukan ini bertepatan dengan momentum krusial bagi pemerintah daerah di Asia Pasifik yang berambisi menjadi kota-kota global terdepan di dunia, melalui komitmen kuat dalam mewujudkan daerah yang memiliki ketahanan iklim.

Proses penunjukkan dilakukan dengan penyerahan surat mandat dari Governor Quirino Province, Dakila Carlo E Cua, selaku Presiden UCLG Asia Pacific, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, selaku Co-President UCLG Asia Pacific kepada Bambang Susantono untuk mengemban amanat sebagai Kepala Institut tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden UCLG Asia Pacific, menegaskan pendirian CLGI sebagai kepanjangan tangan UCLG Asia Pacific, yang ditujukan untuk membantu pemerintah daerah beralih dari retorika menjadi hasil nyata, dari visi menjadi transformasi.

"Tantangan yang dihadapi kota-kota besar saat ini, dalam bentuk guncangan iklim, ketidaksetaraan, urbanisasi yang pesat, dan disrupsi digital, jauh lebih kompleks dari sebelumnya," ujar Governor Cua.

Namun, ia menyayangkan bahwa kerangka kerja yang dimiliki pemerintah daerah saat ini masih tertinggal dengan kenyataan yang ada. Kota-kota diharapkan untuk membangun kota pintar, melaksanakan transisi hijau, merespons bencana, dan mendigitalisasi pelayanan publik, dengan keterbatasan sumber daya, data yang terurai, dan model kebijakan yang masih mengadopsi pola lama.

Menurutnya, CLG Institute akan menjadi respons kolektif terhadap permintaan yang terus meningkat akan pembuatan kebijakan berbasis fakta.

"Ini akan memberdayakan pemerintah daerah melalui pengetahuan, mempertajam tata kelola melalui data, dan mengkatalisasi pembangunan regional melalui kolaborasi," tambahnya.

Governor Cua menekankan bahwa CLG Institute "dibentuk oleh dan untuk pemerintah daerah, independen namun kolaboratif, dan berorientasi masa depan."

Lebih dari sekadar menjadi wadah pemikir, CLG Institute juga merupakan undangan bagi mitra pembangunan, universitas, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk berkolaborasi serta memberikan keahlian. "jadikan mereka bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai co-creator pengetahuan dan penciptaan solusi," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyampaikan pentingnya komitmen bersama dalam mengatasi perubahan iklim. Beliau menyatakan bahwa ketahanan iklim bukan hanya sekadar konsep, melainkan menjadi hal yang krusial dalam menghadapi dan beradaptasi dari dampak perubahan iklim.

Beliau menyoroti secara khusus terhadap pendirian CLGI, bahwa hal ini merupakan inisiatif iyang sangat baik dan optimis bahwa institut tersebut akan berkontribusi signifikan dalam menghasilkan ide-ide inovatif untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi kota-kota di seluruh kawasan Asia Pasifik saat ini, serta mengatasi tantangan di masa depan, menjadikan pusat-pusat perkotaan lebih layak huni dan benar-benar berkelanjutan.

Mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Peran Bambang Susantono di CLG Institute

Bambang Susantono, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia memainkan peran kunci dalam perencanaan dan pengembangan kota masa depan Indonesia yang ambisius. Pengalaman yang luas dalam tata kelola perkotaan, pembangunan berkelanjutan, dan kepemimpinan strategis akan sangat penting dalam memandu misi CLG Institute.

CLG Institute, sebagai lengan penelitian UCLG ASPAC, didirikan untuk menghasilkan ide-ide inovatif, melakukan penelitian yang relevan, dan memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data dan fakta. Dengan fokus pada tantangan dan peluang unik di kota-kota Asia Pasifik, Institut ini akan berupaya untuk mendorong inovasi tata kelola, membangun kota yang tangguh iklim, memajukan pembangunan berkelanjutan, memperkuat inklusi sosial, dan meningkatkan pembangunan ekonomi.

Dalam peran barunya, Bambang Susantono akan memimpin CLG Institute dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitian, tinjauan kebijakan, studi kasus, dan jurnal. Beliau juga akan mengawasi pengembangan program pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dirancang untuk memberdayakan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di seluruh Kawasan Asia Pasifik.

“Saya merasa terhormat dan bersemangat untuk memimpin CLG Institute di momen krusial ini," katanya.

"Kota-kota di Asia Pasifik menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari perubahan iklim hingga urbanisasi yang pesat. Saya yakin, melalui penelitian yang aktif, kolaborasi yang kuat, dan fokus pada solusi inovatif, CLG Institute dapat menjadi katalisator bagi kota-kota untuk menjadi lebih layak huni, modern, dan berkelanjutan. Saya berharap dapat bekerja sama dengan mitra dan pemangku kepentingan untuk mencapai visi ambisius ini," sambungnya.

Penunjukan Prof. Ir. Bambang Susantono diharapkan dapat semakin memperkuat posisi CLG Institute sebagai lembaga pemikir terkemuka yang berdedikasi untuk memajukan pembangunan perkotaan yang tangguh dan inovatif di Asia Pasifik.