Ekspor Batu Bara Naik Pesat, Pelita Samudera Shipping Raup Laba Rp 215,6 Miliar
·waktu baca 3 menit

Ekspor batu bara naik pesat di tengah melonjaknya harga komoditas ini di pasar global. Perusahaan logistik PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) pun ketiban cuan dengan meraup laba bersih USD 15,4 juta atau setara Rp 215,6 miliar (kurs Rp 14.000) pada kuartal III 2021
Berdasarkan laporan keuangannya, perolehan laba bersih hingga September 2021 itu naik 193 persen jika dibandingkan kuartal III 2020 sebesar USD 5,2 juta. Laba berasal dari total pendapatan usaha sebesar USD 75,3 juta, meningkat 47 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan kuartal III 2020 sebesar USD 51,1 juta.
Pendapatan tersebut ditopang dari bisnis Segmen Kapal Tunda dan Tongkang yang biasa mengangkut batu bara menyumbang pendapatan tertinggi dengan jumlah USD 26,8 juta, diikuti segmen Fasilitas Muatan Apung (Floating Loading Facility (FLF/FC) dengan pendapatan USD 25 juta, dan Kapal Curah Besar dengan kontribusi USD 23, 5 juta.
Faktor meningkatnya permintaan angkutan batu bara baik untuk domestik dan internasional turut mendongkrak kinerja usaha perseroan secara keseluruhan. Lebih lanjut, perseroan juga terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor pengangkutan non batu bara, seperti bauksit, dan nikel serta fokus pada keberlanjutan usaha, termasuk ekspansi lebih luas ke pasar internasional.
Direktur Utama PT Pelita Samudera Shipping Tbk Iriawan Alex Ibarat mengatakan memasuki akhir tahun 2021, pendapatan perseroan masih akan cukup stabil pada kuartal empat, mengingat masih tingginya permintaan pengangkutan batu bara untuk domestik dan internasional, dan karena itu utilisasi kapal-kapal perseroan masih akan tinggi.
"Kami akan berupaya hingga akhir 2021 ini untuk memberikan pengembalian investasi yang lebih baik untuk pemegang saham, dan fokus pada profitabilitas," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/10).
Ekuitas perseroan hingga kuartal III 2021 tercatat sudah mencapai USD 106,7 juta, lebih tinggi 13 persen dari jumlah posisi ekuitas pada 31 Desember 2020 sebesar USD 94,5 juta.
Kenaikan laba bersih pada kuartal III 2021 ini terus mengerek posisi Return on Equity (ROE) ke level 14.44 persen, Return on Invested Capital (ROIC) menjadi 11,97 persen, Return on Asset (ROA) 10,62 persen. Sementara EBITDA per 30 September 2021 tercatat USD 29 juta, naik 59,6 persen dibandingkan posisi EBITDA pada 30 September 2020 sebesar USD 18,2 juta.
Hingga kuartal III 2021, perseroan mencatat kinerja keuangan yang solid dengan posisi neraca sehat di tengah gelombang kedua pandemi COVID-19 dengan varian Delta. Kas, setara kas, dan aset keuangan lain perseroan tercatat USD 11,7 juta, berkurang 37 persen atau USD 6,8 juta dari periode yang sama 2020 yang tercatat USD 18,5 juta.
Selain digunakan untuk aktivitas operasi, sebagian lainnya digunakan untuk pembayaran pinjaman bank sejumlah USD 15,9 juta, serta pembayaran untuk pembelian dua tugboat, pemeliharaan dan perbaikan aset sebesar USD 7,3 juta.
Hingga 30 September 2021, total aset perseroan tercatat USD 145,2 juta, hanya menyusut 1 persen dari posisi aset pada 31 Desember 2020. Nilai tersebut jauh di atas total liabilitas perseroan, yakni sebesar USD 38,4 juta.
Sejak 2019, Pelita Samudera Shipping telah melakukan diversifikasi di luar sektor angkutan batubara. Untuk 2021, perseroan menargetkan 30 persen pendapatan dari sektor non batu bara dan akan terus ditingkatkan.
"Saat ini kami terus mengembangkan portofolio diversifikasi kami,” tuturnya.
