Ekspor Mebel RI Ditargetkan Capai USD 5 Milar Sampai Akhir 2019

Industri mebel dan kerajinan Indonesia ditargetkan dapat mencapai nilai ekspor USD 5 miliar hingga akhir 2019. Demikian disampaikan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).
Sekretaris Jendral HIMKI Abdul Sobur mengatakan, target ini ditentukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung sebagai salah satu pengusaha mebel.
"Presiden Jokowi sebagai salah satu entitas di HIMKI memang memberikan perhatian cukup besar pada industri mebel dan kerajinan. Dia merasa alangkah baiknya industri tempat dia berasal bisa tumbuh," terang Sobur di Kementerian Perindustrian, Rabu (10/1).
Untuk saat ini, dari target tersebut, HIMKI baru mencapai USD 2,5 miliar. Dengan rincian, USD 1,68 miliar untuk mebel dan USD 820 juta untuk kerajinan. Nilai ekspor sebesar USD 2,5 miliar tersebut dicapai pada 2015-2017.
Diharapkan nilai ekspor mebel pada 2018-2019 mencapai USD 2,5 miliar sehingga total nilai ekspor 2015-2019 mencapai USD 5 miliar. Pasar ekspor Eropa merupakan yang terbesar yakni lebih dari 60%.
Sobur mengaku optimis dapat meraih sisa target 50% sebesar USD 5 miliar hingga akhir tahun 2019. Ia mengatakan, 3.000 pengusaha mebel dan kerajinan Indonesia telah berkomitmen untuk memajukan industri ini.
"Dengan catatan regulasi yang mengatur soal kemudahan ekspor diperbaiki," lanjutnya.
Untuk itu, HIMKI telah bersiap untuk mengikuti sederet pameran di luar negeri untuk mendorong promosi industri mebel Indonesia. Di antaranya, IMM Cologne di Jerman pada tanggal 15-22 Januari ini, lalu pameran furniture di Shanghai pada Mei, China International Furniture, dan event-event di Amerika dan Eropa lainnya.
Selain itu, di bulan Oktober HIMKI juga akan mengadakan pameran di Jakarta dengan luas pameran 60 ribu meter persegi dan 600 pengusaha yang berpartisipasi.
"Kami targetkan ada 12.000 buyer dari luar negeri yang berasal dari 100 negara," ujarnya.
