Kumparan Logo

Ekuitas Diproyeksi Masih Minus, Garuda Indonesia Kemungkinan Tak Bagikan Dividen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia. Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia. Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar USD 3,8 juta atau setara Rp 56,4 triliun pada semester 1 2022. Hal tersebut salah satunya karena restrukturisasi utang dengan disetujuinya perjanjian perdamaian dalam proses PKPU.

Hanya saja, restrukturisasi yang berdampak ke penurunan utang itu tidak membuat ekuitas perseroan kembali membaik. Mengutip laporan keuangan semester I, emiten pelat merah ini mencatatkan total ekuitas sebesar minus USD 2,35 juta atau menurun dibanding minus USD 6,11 juta per 31 Desember 2021.

"Mengenai dividen policy biasanya linear dengan keuntungan, karena kemungkinan saya tidak bisa memberi kepastian. Keuntungan dari restrukturisasi juga non-cash, jadi pembagian dividen kemungkinan tidak akan dilakukan," kata Direktur Layanan dan Niaga Ade R Susardi, Kamis (20/10).

Ade memperkirakan ekuitas Garuda Indonesia masih akan negatif ke depannya. Perseroan terdampak cukup besar akibat dari pandemi COVID-19, di mana ekuitas Perseroan per Desember 2021 tercatat negatif.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra usai RUPSLB, Jumat (12/8/2022). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memproyeksikan tahapan restrukturisasi utang yang dijalankan Perseroan dapat rampung jelang akhir tahun 2022 mendatang.

"Dengan outlook kinerja yang positif serta dengan diumumkannya putusan MA atas penolakan kasasi akan semakin memperkuat langkah Perseroan untuk mengakselerasi proses restrukturisasi yang kami proyeksikan dapat rampung pada akhir tahun ini," ujar Irfan.

Irfan menyebut sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja juga terus dioptimalkan yakni inisiatif fleet strategy, di mana Garuda Indonesia menerapkan sejumlah program strategis melalui restrukturisasi kontrak sewa pesawat, renegosiasi biaya sewa pesawat, simplifikasi jenis armada, hingga sinergi perluasan konektivitas udara antara Garuda indonesia dan Citilink.