Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Emas Antam Diprediksi Bisa Rp 2 Juta per Gram, Masih Cocok untuk Investasi?
3 April 2025 17:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Perencana Keuangan, Andy Nugroho, menilai emas masih cocok menjadi instrumen investasi bagi pemula, khususnya anak muda.
“Emas cocok sebagai instrumen investasi bagi investor pemula dan anak muda karena risikonya yang cenderung rendah,” kata Andy kepada kumparan, Kamis 3/4).
Andy menegaskan emas tepat bagi mereka yang ingin berinvestasi jangka panjang. Apalagi, posisi emas sebagai instrumen pelindung bagi mata uang kita.
“Sehingga selain kita bisa mendapatkan potensi cuan dari kenaikan harga emas, juga terhindar dari resiko inflasi yang menggerus daya beli dari uang kita,” ujar Andy.
Selaras dengan Andy, Perencana Keuangan Mike Rini juga melihat emas cocok untuk menjadi instrumen investasi kalangan pemula.
“Ketika nilai mata uang menurun, harga emas cenderung naik. Ini membuatnya menjadi pilihan yang aman bagi mereka yang ingin melindungi kekayaan mereka,” kata Mike.
ADVERTISEMENT
Selain itu, emas juga memiliki likuiditas yang tinggi, juga membuat investor pemula khususnya anak muda lebih fleksibel.
“Anak muda yang baru mulai berinvestasi mungkin menghargai kemampuan untuk mengakses dana mereka dengan cepat jika diperlukan,” ujarnya.
Mike menyebut emas tidak hanya berfungsi sebagai alat investasi untuk mencapai tujuan keuangan, tetapi juga dapat menjadi warisan.
“Di masa depan, anak muda yang berinvestasi dalam emas hari ini dapat merasakan manfaat dari kenaikan nilai emas,” tutur Mike.
Sebelumnya, pengamat Emas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksi harga emas Antam bisa tembus ke level Rp 2 juta per gram pada awal kuartal II tahun 2025.
“Iya kalau (proyeksi) saya di April ini, jadi siap-siap saja yang punya logam mulia nih akan cuan ini di Rp 2 juta-an,” kata Ibrahim kepada kumparan, Rabu (2/4).
ADVERTISEMENT
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.