Emas Dunia Menguat ke USD 4.570, Didorong Harapan Akhir Konflik Iran-Israel
ยทwaktu baca 3 menit

Harga emas dunia melanjutkan kenaikan selama dua hari berturut-turut menyusul laporan mengenai kesediaan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang melawan Iran tanpa membuka kembali Selat Hormuz, dan komentar dari Federal Reserve yang meredakan spekulasi kenaikan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, harga emas spot dunia (XAU) tercatat berada di level USD 4.570,22 per ons, naik 59,30 poin atau 1,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Data tersebut merupakan pembaruan per 30 Maret 2026 pukul 23.03 waktu EDT, yang setara dengan 31 Maret 2026 pukul 10.03 WIB.
Harga emas melonjak hingga 1,8 persen menjadi mendekati USD 4.585 per ons, setelah naik 0,4 persen pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas terjadi setelah ada pernyataan yang meningkatkan harapan akan berakhirnya perang Iran-Israel.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Presiden AS Donald Trump mengaku bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka.
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang di Amerika Serikat masih relatif terkendali, meskipun lonjakan harga minyak akibat perang menimbulkan tekanan inflasi dan spekulasi kenaikan suku bunga.
Dia menuturkan kebijakan moneter saat ini masih berada di posisi yang tepat, sehingga bank sentral dapat menunggu perkembangan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Selain itu, di tengah konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, emas kembali dilirik investor sebagai aset lindung nilai. Dalam beberapa hari terakhir, pembeli mulai masuk ke pasar setelah harga emas sempat turun sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Sementara itu, Gedung Putih mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur sipil yang penting. Iran sendiri telah menyetujui undang-undang yang memungkinkan pemerintah mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Strait of Hormuz.
Teheran juga disebut mendorong kelompok militan Houthi di Yaman untuk menyiapkan kampanye baru terhadap lalu lintas pelayaran di Red Sea. Selain itu, berdasarkan keterangan Kuwait Petroleum Corp, Iran dilaporkan menyerang kapal tanker minyak mentah Kuwait yang berada di Dubai.
Sederet perkembangan tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi konflik berkepanjangan yang bisa mendorong harga energi semakin tinggi.
Kondisi ini juga berisiko membuat bank sentral menaikkan suku bunga guna menahan inflasi, yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Kondisi beriringan dengan krisis likuiditas di pasar keuangan yang lebih luas dan menyebabkan emas berada di jalur penurunan bulanan sekitar 13 persen.
Pada perdagangan Selasa pagi waktu Asia, harga emas spot tercatat naik 1,6 persen menjadi USD 4.581 per ons pada pukul 09.23 waktu Singapura. Harga perak melonjak 3,6 persen menjadi USD 72,59 per ons, sementara platinum dan paladium juga mengalami kenaikan.
