Kumparan Logo

Emiten BACH IPO Hari Pertama, Sahamnya Langsung ARA

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pencatatan perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pencatatan perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Emiten PT Bach Multi Global Tbk (BACH) langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7).

Pada pukul 09.00 WIB, saham BACH sudah melesat 24,43 persen atau 108 poin ke level Rp 550 per saham dari harga penawaran Rp 442 per saham.

Penguatan bertahan hingga perdagangan sekitar pukul 14.12 WIB, dengan saham BACH masih berada di level Rp 550 atau naik 24,43 persen.

BACH menjadi perusahaan keempat yang melantai di BEI sepanjang 2026. Perseroan bergerak di bidang penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi.

Melalui penawaran umum perdana saham atau IPO, perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp 442 per saham, BACH menghimpun dana sekitar Rp 271,83 miliar.

Pencatatan perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Direktur Utama Bach Multi Global, Budi Kurniawan, mengatakan dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi usaha sekaligus memperkokoh struktur permodalan perusahaan.

"Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang,” ujar Budi di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).

Sekitar 70 persen dana hasil IPO digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset guna memenuhi baik permintaan penjualan maupun penyewaan. Sementara 30 persen sisanya dialokasikan untuk membayar sebagian pinjaman bank sehingga dapat menurunkan tingkat leverage perusahaan.

Pada hari yang sama, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga resmi mencatatkan saham perdana di BEI sebagai perusahaan kelima yang IPO pada 2026.

Pada awal perdagangan, saham EMMI naik sekitar 11,7 persen ke level Rp 525 per saham. Penguatannya berlanjut hingga sekitar pukul 14.13 WIB, dengan saham EMMI diperdagangkan di level Rp 570 atau melonjak 21,28 persen dibandingkan harga IPO.

EMMI menerbitkan 522,86 juta saham baru atau sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dana hasil penawaran umum perdana saham digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, membangun fasilitas produksi baru di Cikupa, serta menambah modal kerja dan persediaan untuk mendukung ekspansi bisnis di sektor alat kesehatan.