Emiten Bukit Makmur (BUMA) Terbitkan Sukuk Ijarah I Senilai Rp 2 Triliun

27 Maret 2025 11:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk, salah satu kontraktor pertambangan batu bara independen di Indonesia,  telah melakukan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp2 triliun. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk, salah satu kontraktor pertambangan batu bara independen di Indonesia, telah melakukan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp2 triliun. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Emiten jasa pertambangan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melakukan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp 2 triliun, bersamaan dengan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/3).
ADVERTISEMENT
BUMA mendapatkan peringkat A+ Syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Ratings, yang mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan dan profil risiko gagal bayar yang rendah.
Selain itu, penerbitan Sukuk Ijarah BUMA juga disambut dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,1x.
Direktur BUMA, Iwan Fuad Salim, mengatakan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 menarik minat beragam investor, termasuk bank, pengelola aset, reksa dana, dan dana pensiun.
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk, salah satu kontraktor pertambangan batu bara independen di Indonesia, telah melakukan penerbitan perdana Sukuk Ijarah I BUMA 2025 senilai Rp2 triliun. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Tercatat lebih dari 50 persen investasi yang masuk adalah untuk jangka waktu 5 tahun. Menurutnya, hal ini mencerminkan preferensi investor untuk investasi jangka panjang dan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan BUMA.
"Pencatatan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 hari ini merupakan tonggak bersejarah bagi Grup, khususnya bagi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), yang telah berkiprah dan memiliki rekam jejak yang kuat di industri pertambangan Indonesia selama lebih dari 26 tahun," kata Iwan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (27/3).
ADVERTISEMENT
Dia berharap pencatatan ini menjadi langkah penting bagi BUMA untuk berkontribusi positif di sektor pertambangan. Dana hasil penerbitan Sukuk ini akan dialokasikan untuk operasional BUMA di Indonesia, dengan porsi 50 persen untuk belanja modal dan 50 persen sisanya untuk modal kerja.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang, mengatakan BUMA menjadi perusahaan ketiga yang mencatatkan Sukuk Ijarah di tahun 2025 dari 59 emisi Sukuk Ijarah yang ada di BEI.
“Pencapaian pencatatan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 merupakan bagian dari kerja keras segenap manajemen dan karyawan Perseroan yang sangat kami apresiasi, serta menjadi langkah awal bagi Perseroan untuk menjadi lebih besar lagi," kata Kristian dalam kesempatan yang sama.
Penerbitan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 ini diselenggarakan oleh PT BNI Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.
ADVERTISEMENT
Sukuk Ijarah ini diterbitkan dalam tiga seri yakni, Seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan nilai sisa imbalan Ijarah Rp 542,85 miliar, Seri B dengan periode 3 tahun dengan nilai sisa imbalan Ijarah Rp 364,950 miliar, dan Seri C dengan jangka waktu 5 tahun dengan nilai sisa imbalan Ijarah Rp 1,09 triliun.
Pembayaran ketiga imbalan ijarah tersebut dilakukan per tiga bulan, yang dimulai pada 20 Juni 2025.