Kumparan Logo

Emiten Farmasi (MDLA) Tebar Dividen Rp 137,4 Miliar, Setara 40% Laba Bersih 2024

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi IHSG. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IHSG. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Emiten distributor alat kesehatan dan farmasi, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), melaporkan pencapaian kinerja keuangan yang solid pada tahun buku 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Rabu (25/6).

Dalam laporan perseroan, para pemegang saham sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 137,4 miliar atau setara Rp 9,8 per saham. Dividen ini satara dengan 40 persen dari laba bersih di tahun 2024.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Krestijanto Pandji, mengatakan bahwa kebijakan pembagian dividen ini menandakan komitmen MDLA dalam memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental dan arus kas yang sehat untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Kinerja kami sepanjang 2024 mencerminkan fundamental yang sehat dan strategi yang tepat. Dengan struktur keuangan yang solid, ekspansi operasional yang terukur, dan dukungan ekosistem digital, kami percaya PT Medela Potentia Tbk berada dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar Krestijanto.

instagram embed

Pada tahun buku 2024, MDLA berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan penjualan neto mencapai Rp 14,57 triliun, tumbuh dua digit 11,3 persen dari Rp 13,09 triliun pada tahun 2023, seiring dengan peningkatan permintaan dan ekspansi jaringan layanan kesehatan.

Laba bersih MDLA juga mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 13,3 persen, naik dari Rp 303,09 miliar pada tahun 2023, menjadi Rp 343,27 miliar pada tahun 2024.

MDLA juga mencatatkan total aset sebesar Rp 5,73 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,70 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan meningkat sebesar 13,7 persen menjadi Rp 2,21 triliun dibandingkan Rp 1,94 triliun pada tahun 2024.

"Peningkatan liabilitas menjadi Rp 3,52 triliun pada akhir 2024 turut mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat infrastruktur logistik, ketahanan manufaktur dan digitalisasi rantai pasok sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang," jelasnya.