Emiten Industri Refraktori BATR Gelontorkan Rp 100 M untuk Bangun Pabrik Baru

10 Juni 2024 10:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT Benteng Api Technic Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BATR pada Senin (10/6/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Benteng Api Technic Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BATR pada Senin (10/6/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) siap menggelontorkan dana Rp 100 miliar untuk pembangunan fasilitas produksi baru. Pabrik ini akan dibangun pada 2025, di dekat fasilitas produksi yang telah eksisting saat ini, di Gresik, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama BATR, Ridwan, menuturkan pembangunan pabrik baru ini merupakan ekspansi jangka panjang BATR setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (10/6). Pabrik ini ditargetkan dapat memproduksi fire break dan monolithic refractory mulai 2026.
“Untuk jangka panjang kita sudah berencana untuk ekspansi membangun pabrik baru itu untuk memproduksi fire break dan monolithic refractory yang mempunyai spesifikasi khusus, terutama nanti akan digunakan untuk di industri semen, kemudian smelter nikel, smelter untuk tembaga dan sebagainya. (Investasi) pabrik baru ini hampir Rp 100 miliar,” kata Ridwan di BEI, Jakarta, (10/6).
BATR merupakan perusahaan manufaktur dan perdagangan produk refraktori atau material tahan api, insulasi tahan panas juga jasa konstruksi di Indonesia.
Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, pihaknya memang menargetkan peningkatan kapasitas produksi untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Sehingga pembangunan pabrik di atas lahan seluas 1,6 hektare ini sudah dibidik sejak lama.
ADVERTISEMENT
“Perencanaannya sudah lama tapi realisasi insyaallah mungkin 2025 mulai, mungkin 2026 mungkin bisa produktif. (Luas lahan pabrik) yang sekarang 1.260 m2 atau 1,26 hektare, yang baru yang nanti akan kita bangun itu 1,6 hektare,” jelas Ridwan.
Adapun dari segi pemasaran, market share BATR di Tanah Air menurut dia, berkisar antara 10 persen hingga 15 persen, dengan didominasi tiga Pulau Besar di Indonesia, yaitu Jawa, Kalimantan dan Sumatera.
Sebelumnya, BATR melantai di BEI pada Senin (10/6). Dalam IPO ini, BATR melepas maksimal 20,50 persen sahamnya ke publik atau sebanyak 620.000.000 saham baru dengan harga Rp 110 per lembar saham. Sehingga BATR berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 68,2 miliar.
Direktur Utama PT Benteng Api Technic Tbk (BATR), Ridwan di BEI, Jakarta, (10/6/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Adapun dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan ke depan, dengan rincian sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
1. Sekitar 38,65 persen akan digunakan BATR untuk pembelian tanah dan bangunan dari pihak terafiliasi
2. Sekitar 10,00 persen akan digunakan BATR untuk pembangunan dan perbaikan bangunan;
3. Sekitar 5,67 persen akan digunakan BATR untuk pembelian peralatan laboratorium;
4. Sekitar 6,84 persen akan digunakan Perseroan untuk pembelian mesin produksi;
5. Sisanya, sekitar 38,82 persen akan digunakan sebagai Operational Expenditure (OPEX) berupa persediaan barang jadi dan bahan baku.