Kumparan Logo

Emiten Logistik (WBSA) Siap IPO, Bidik Dana Segar Rp 306 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: ANTARA FOTO

Emiten sektor logistik, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), siap melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). WBSA akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/4), harga penawaran yakni Rp 150-170 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan dana segar hingga Rp 306 miliar.

WBSA merupakan perusahaan logistik yang memiliki layanan end-to-end mulai dari transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT). Total aset perusahaan sebesar Rp 1,15 triliun dan laba bersih Rp 24,39 miliar per September 2025.

Berikut jadwal dan struktur penawaran saham WBSA:

- Jumlah Saham: Maksimal 1,80 miliar saham

- Harga Penawaran:  Rp 150-170 per saham

- Target Dana: Hingga Rp 306 miliar

- Kepemilikan Publik: 20,75 persen

- Masa Bookbuilding: 25 – 27 Maret 2026

- Masa Penawaran Umum: 1 – 8 April 2026

- Tanggal Listing (BEI): 10 April 2026

video story embed

Investor dapat mengakses dan memesan saham e-IPO WBSA dengan lebih mudah, cepat, dan efisien dengan aplikasi digital milik Indo Premier Sekuritas, yaitu aplikasi IPOT. Investor dapat mengakses e-IPO, termasuk sistem refund dana cepat serta tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan. Selain itu juga memberikan indikator real-time yang membantu investor membaca pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan.

“Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," ujar Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu.

Sergio menjelaskan, melalui aplikasi IPOT investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi. Kemudahan cara beli saham di IPOT ini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.

“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” tambahnya.

Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III. Hal ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.

Meski kondisi seperti itu, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10 persen dari total nilai IPO atau Rp 30,6 miliar per SID, serta memastikan ketersediaan dana dalam sistem “No Funds, No Order”.



Berdasarkan perencanaannya, alokasi dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional.