Emiten Perikanan (DPUM) Targetkan Perluas Ekspor ke Afrika-Amerika Utara
·waktu baca 3 menit

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM), menargetkan dapat menembus pasar dunia. Perseroan menargetkan ekspor produk mencapai 500.000 ton untuk 2025 atau 400 ton dalam satu bulan.
Target tersebut diklaim lebih tinggi dibandingkan periode 2024, di mana pihaknya hanya mengekspor sekitar 90 ton per bulan. Peningkatan target ini mendapat dukungan dari susunan baru dewan direksi DPUM yang telah diperkenalkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2024.
Ada pun susunannya terdiri atas Sherley C. Hadipurnomo (Komisaris Utama), Machhendra Styo Atmajaya (Komisaris Independen), Bambang Panca Putra (Direktur Utama), R Mamik Wijaya (Direktur Operasional & Marketing) serta Adi Winardi (Direktur Keuangan).
Sherley menambahkan, DPUM memiliki misi besar untuk membawa produk olahannya ke meja makan seluruh dunia. Hal ini diamini oleh Mamik yang meyakini kondisi perusahaan yang tidak lagi dalam fase bertahan, melainkan sudah berkembang dan mampu menembus pasar dunia.
“Kami tidak lagi dalam fase bertahan. Kami akan terus bergerak. Fokus kami jelas, dua pilar memperluas pasar dan meningkatkan produktifitas pengelolaan,” ujar Direktur Utama DPUM Bambang Panca Putra dalam keterangannya, Senin (2/6).
Presiden Komisaris Sherley C Hadipurnomo juga mengatakan, akan menjadikan perusahaan sebagai pemain nasional yang diperhitungkan di kancah internasional. Langkah transformasi ini akan didukung oleh sejumlah strategi utama, antara lain penguatan kerja sama tim (strengthening teamwork), peningkatan kualitas produk (improving product quality), optimalisasi profitabilitas (enhancing profitability), serta perluasan cakupan ekspor ke wilayah Afrika, Amerika Utara, dan kawasan lainnya.
Sherley dan manajemen baru menyampaikan komitmen untuk senantiasa menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasional DPUM. Ia meyakini bahwa dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, pertumbuhan perusahaan dapat memberikan manfaat optimal, tidak hanya bagi para pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas.
"Dengan latar belakang dan pengalaman saya di dunia bisnis, saya yakin dapat memberikan perspektif independen yang kuat dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan strategis. DPUM adalah perusahaan dengan potensi besar dan didukung oleh ribuan karyawan yang memiliki semangat untuk maju. Ini adalah sebuah kekuatan yang dapat membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik,” jelas Sherley.
Dari sisi teknologi, Sherley melihat transformasi digital sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan. Ini mencakup pengembangan platform e-commerce yang kuat, otomatisasi proses bisnis, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem logistik dingin yang lebih efisien dan terintegrasi.
Di bidang inovasi, ia menekankan pentingnya pendekatan holistik yang tidak hanya dalam pengembangan produk, tetapi juga dalam pembaruan proses kerja, model bisnis, pengalaman pelanggan, rantai pasok, hingga inisiatif sosial. Inovasi, menurutnya, bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi sebuah budaya yang harus tertanam dalam seluruh aspek perusahaan.
"Transformasi ini menandai era baru bagi DPUM dengan beralih dari bisnis berbasis lokal menjadi pemain strategis dalam industri seafood global. Fokus utama perusahaan ke depan adalah pada peningkatan kualitas produk, layanan pelanggan yang prima, efisiensi logistik, serta komitmen terhadap standar keamanan pangan bertaraf dunia," jelasnya.
