Emiten Sawit (TLDN) Cetak Laba Bersih Rp 829,3 Miliar pada Kuartal III 2025
·waktu baca 3 menit

Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal III 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 829,3 miliar, naik 110,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 393,9 miliar.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh meningkatnya pendapatan dan efisiensi operasional perusahaan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, pendapatan TLDN tercatat Rp 3,81 triliun, dibandingkan Rp 2,87 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Laba usaha perusahaan melonjak jadi Rp 1,05 triliun dari sebelumnya Rp 552 miliar. Kinerja ini juga didorong oleh keuntungan dari akuisisi entitas anak, yakni PT Cipta Davia Mandiri (CDM), yang menambah laba sebesar Rp 139,4 miliar.
Perusahaan mencatat laba per saham dasar sebesar Rp 64,06, naik tajam dari Rp 30,43 per saham tahun lalu.
Dari sisi aset, total aset TLDN meningkat menjadi Rp 6,20 triliun per 30 September 2025, naik dari Rp 5,66 triliun pada akhir 2024. Sementara ekuitas naik menjadi Rp 3,58 triliun dari sebelumnya Rp 3,14 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi juga menunjukkan kenaikan menjadi Rp 1,67 triliun dari Rp 863,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
”Di tengah membaiknya harga CPO, CPKO dan PK kami berupaya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan volume penjualan, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sebagai perusahaan agribisnis modern, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dengan kualitas terbaik dan bernilai tinggi,” ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana.
Wishnu menambahkan bahwa TLDN terus memperkuat kinerja operasionalnya melalui penerapan praktik manajemen yang berbasis data dan teknologi. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis internet of things (IoT) di dalam platform internal perusahaan yaitu Teladan Productivity Technology Science (TPTS), TLDN terus memantau indeks kesehatan tanaman guna menjaga produktivitas perkebunan sawit.
Sepanjang Januari-September 2025, TLDN telah memproduksi tandan buah segar (TBS) sebesar 929.964 ton, tumbuh 5,9 persen dibandingkan Januari-September 2024 sebesar 878.296 ton. Pertumbuhan produksi TBS ini berlangsung baik di kebun inti maupun kebun plasma TLDN, masing-masing tumbuh 5,3 persen dan 10,3 persen.
Dari sisi kinerja pabrik pengolahan kelapa sawit, hingga akhir September 2025, perusahaan telah memproduksi CPO sebesar 240.282 ton, naik 2,2 persen dibandingkan dengan 235.213 ton pada periode yang sama tahun sebelumnnya. Sejalan dengan itu, produksi PK dan CPKO juga meningkat masing-masing 2,9 persen dan 265,8 persen secara tahunan. Kenaikan produksi ini didorong oleh peningkatan volume TBS yang diolah.
“Meningkatnya kinerja operasional merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik di antaranya dalam aplikasi pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun,” ujar Wishnu.
