Erick: BNI Fokus Garap Pekerja Migran, Beri Kredit Rp 40 Juta Tanpa Agunan
·waktu baca 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) difokuskan untuk membantu para pekerja migran yang tersebar di berbagai negara. Tugas ini diberikan agar para tenaga kerja Indonesia di luar negeri mudah mendapatkan pinjaman.
Berdasarkan catatan, dari 9 juta pekerja migran Indonesia yang tersebar di dunia, sebanyak 4,5 juta orang merupakan pekerja ilegal. Mereka, kata Erick, rentan terhadap kekerasan seksual dan tidak memiliki asuransi kecelakaan.
"BNI sekarang menjadi bank internasional Indonesia, dia fokus menggarap pekerja migran," kata dia ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara IKA UNPAD di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Universitas Padjajaran, Bandung, Minggu (3/7).
Untuk memudahkan penyaluran pinjaman ke para migran Indonesia, BNI telah mempunyai kantor cabang di berbagai negara seperti Korea, Jepang, Amerika Serikat, bahkan Belanda. Salah satu bentuk bantuan yang dimaksud yakni dengan memberi pinjaman tanpa agunan.
Para pekerja migran yang sudah menerima kontrak tak perlu menggadaikan rumahnya ke pihak lain tapi dapat menunjukkan ke BNI. Nantinya, BNI bakal memberikan pinjaman tanpa agunan hingga mencapai Rp 40 juta.
Kemudahan kredit tanpa agunan ini, dimaksudkan Erick agar ketika pekerja migran pulang ke Indonesia, mereka punya tambahan modal membangun usaha. Apalagi, alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini dari APBN mencapai Rp 338 triliun, lebih tinggi dari realisasi KUR tahun lalu Rp 260 triliun.
"Kita lakukan perbaikan di bank BUMN karena memang dari total KUR pemerintah, 92,4 persen disalurkan mereka," kata Erick.
