Erick Lakukan Stress Test, BUMN Masih Sehat Meski Kurs Capai Rp 20.000/Dolar AS
·waktu baca 2 menit

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan optimisme bahwa hingga saat ini kondisi BUMN tetap solid di tengah ketidakpastian global akibat perang tarif, terutama menyusul penerapan tarif dari Amerika Serikat (AS).
Menurut Erick, berdasarkan uji ketahanan (test-stress) terhadap sepuluh perusahaan di bawah naungan Kementerian BUMN, hasilnya menunjukkan performa yang masih terjaga dengan baik.
“(Dari sepuluh perusahaan) ada Himbara, Telkom, Mind ID, Pertamina, semua menunjukkan hasil stress test yang baik,” ujar Erick dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, di Jakarta Pusat, Selasa (20/5).
Erick menambahkan, meskipun tarif dari AS belum resmi diberlakukan, hasil pengujian menunjukkan ketahanan perusahaan diperkirakan tidak akan terguncang terlalu dalam, terutama jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.
Ia juga menyinggung potensi skenario terburuk jika nilai tukar rupiah mencapai Rp 20.000 per dolar AS. Meski tidak diharapkan, ia menyebut BUMN masih mampu bertahan berkat kinerja keuangan yang solid.
“Kita nggak mau (USD capai) Rp 20.000, cuma kalau sampai, dengan kinerja yang terjadi hari ini (di perusahaan BUMN) revenue, balance trade, lalu juga profitabilitas, semua kita lihat masih (sehat),” kata Erick.
Sebelumnya, negosiasi antara AS dan Indonesia disebut akan rampung 60 hari sejak Jumat 18 April 2025. Beberapa negosiasi yang diusulkan yakni Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari AS seperti LPG, minyak mentah, dan bensin.
Indonesia juga berencana meningkatkan produk agriculture meliputi gandum, kedelai, susu kedelai, serta meningkatkan pembelian barang-barang modal dari AS.
Kemudian Indonesia juga memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia terkait dengan perizinan dan insentif yang dapat diberikan.
