Erick Tak Mau Asabri Bernasib seperti Jiwasraya karena Saham Gorengan

Menteri BUMN Erick Thohir tak ingin PT Asabri (Persero) bernasib seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Meski demikian, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail mengenai persoalan Asabri.
Asabri merupakan salah satu pemegang saham terbesar pada PT Pool Advista Finance Tbk (POLA), yang disebut-sebut sebagai salah satu saham 'gorengan' Jiwasraya.
Bahkan Erick Thohir pun tak ingin kasus Jiwasraya terjadi pada dana pensiun BUMN lainnya, seperti Pertamina atau BRI. Untuk itu, pihaknya akan menyatukan seluruh dana pensiun BUMN dalam satu ‘atap.’
“Saya belum pelajari sampai Asabri. Tapi ke depan dana-dana pensiun yang ada di BUMN akan dijadikan satu atap. Tidak ada sendiri-sendiri lagi, jangan sampai kasus Jiwasraya terjadi di dana pensiun Pertamina, dana pensiun BRI,” ujar Erick Thohir usai meninjau posko pengungsian banjir di kawasan Tangerang, Banten, Minggu (5/1).
Menurut dia, dana pensiun merupakan hak bagi setiap karyawan BUMN. Jangan sampai, dana itu justru dimanfaatkan oknum tertentu seperti halnya dugaan kasus korupsi Jiwasraya.
“TNI, Polri, kalau sampai Asabri, mohon maaf saya enggak bisa komen detail, dijarah atau dirampok, TNI, Polri, yang sudah kerja puluhan tahun enggak ada kepastian,” jelasnya.
Ke depan, Erick Thohir akan melakukan konsolidasi dengan para Direksi dan Komisaris BUMN untuk memastikan dana pensiun BUMN aman. Menurutnya, figur Direksi dan Komisaris BUMN saat ini merupakan orang-orang andal dan berkomitmen untuk tetap profesional.
“Makanya kami konsolidasikan dicari figur yang bagus. Saya rasa figur di BUMN sekarang, seperti Komut BUMN sudah bukan figur yang biasa lagi, seperti Chatib Basri di Mandiri, Chandra Hamzah BTN, kemarin Pak Amin di PLN, ini figur saya rasa kredibel dan punya track record yang baik,” tambahnya.
