Kumparan Logo

Erick Thohir: ASDP Akuisisi PT Jembatan Nusantara, Jadi Operator Kapal Terbesar

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut ASDP Indonesia Ira Puspadewi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (19/9).  Foto: ASDP Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut ASDP Indonesia Ira Puspadewi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (19/9). Foto: ASDP Indonesia

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi akuisisi perusahaan kapal swasta, PT Jembatan Nusantara. Dengan aksi korporasi ini, ASDP bakal menjadi operator kapal ferry terbesar di Indonesia, sebab jumlah kapal yang dimiliki bertambah.

Jembatan Nusantara merupakan perusahaan kapal ferry swasta yang memiliki jumlah armada terbesar sebanyak 53 unit dan mengoperasikan 6 lintasan Long Distance Ferry (LDF).

Pembelian perusahaan dilakukan melalui Penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) PT Jembatan Nusantara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Mahkota Pratama dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham PT Jembatan Nusantara di Jakarta.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menyampaikan apresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan jajaran atas dukungan positif yang diberikan dalam akuisisi ini. Menurutnya, aksi ini menjadi momentum bersejarah sekaligus milestone bagi industri penyeberangan Tanah Air.

"Aksi korporasi ini juga menjadikan ASDP perusahaan terdepan dalam penerapan standardisasi keselamatan dan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa. Ini adalah inisiatif strategis perusahaan dalam pengembangan jasa manajemen dan operator kapal yang akseleratif demi mendorong pertumbuhan perusahaan yang agresif dalam rangka menuju IPO," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/3).

Ia mengungkapkan, dukungan dan semangat yang diberikan oleh pemegang saham yakni Kementerian BUMN serta dukungan regulator Kementerian Perhubungan, berdampak besar bagi terselenggaranya aksi korporasi ini.

Menurutnya, sejalan dengan yang disampaikan Menteri Erick bahwa akuisisi ini tak sekadar menambah portofolio perusahaan, melainkan ASDP harus terus meningkatkan kontribusi kepada negara dan masyarakat.

"Kami memiliki tanggung jawab yang besar ke depannya agar ASDP dapat terus berkembang, inovatif serta mampu menjadi pemimpin pasar penyeberangan di Tanah Air yang terus menghadirkan layanan prima untuk melayani transportasi Indonesia lebih baik dan modern ke depannya," tutur Ira.

Sebelum akuisisi, ASDP telah memiliki 166 unit kapal. Setelah aksi ini, jumlah kapal menjadi 219 unit kapal, membuat posisi ASDP sebagai perusahaan ferry dengan jumlah armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

ASDP berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi segmen penyeberangan dengan menambah jumlah armada sebanyak 19 unit kapal selama kurun 5 tahun (2020 hingga 2024) yang diperuntukkan di lintasan komersial reguler, eksekutif, LDF, dan lintasan internasional.

Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Foto: Dok. ASDP

Dengan adanya akuisisi ini akan menambah portofolio kekuatan armada serta lintasan yang dioperasikan ASDP. Karena itu, Erick Thohir menyambut baik aksi perseroan sebab kian memantapkan posisi ASDP sebagai operator dengan armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

"Ini salah satu wujud transformasi yang dilakukan ASDP menjadi operator pelayanan transportasi publik yang andal dan mumpuni, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik di seluruh Indonesia," ujar Erick.

Sebagai negara kepulauan, ucap Erick, peningkatan fasilitas dan pelayanan dari industri perkapalan, pelabuhan, maupun penyeberangan, merupakan sebuah keharusan. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan.