Kumparan Logo

Erick Thohir Bakal ke Singapura, Rapat dan Jenguk Luhut

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menyaksikan sesi kualifikasi saat menghadiri Kejuaraan Dunia Perahu Motor F1 Powerboat (F1H2O) 2023 di Danau Toba. Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menyaksikan sesi kualifikasi saat menghadiri Kejuaraan Dunia Perahu Motor F1 Powerboat (F1H2O) 2023 di Danau Toba. Foto: Dhemas Reviyanto/Antara Foto

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim, Erick Thohir, bakal menghadap Luhut Binsar Pandjaitan di Singapura. Luhut saat ini memang masih pemulihan di Singapura.

Erick menuturkan salah satu yang dibicarakan adalah terkait rencana kebijakan dan komitmen investasi atau comprehensive investment and policy plan (CIPP) program pendanaan iklim Just Energy Transition Partnership (JETP) yang resmi diluncurkan hari ini.

Hal tersebut menjadi salah satu upaya Indonesia mendukung program transisi energi. Komitmen tersebut juga dilakukan melalui diskusi Working Group Glasgow Financial Alliance for Net Zero, pasca COP26 di Glasgow, serta berbagai organisasi multilateral, internasional dan nasional lainnya.

"Yang mana, sebagian besar pekerjaan rumah tentu sudah dilakukan oleh senior saya, Pak Luhut. Hari Sabtu ini Pak Menko memanggil Menko ad Interim, jadi saya juga ada rapat di Singapura tanggal 25 ini," ungkap Erick saat Peluncuran CIPP JETP, Selasa (21/11).

Erick menuturkan transisi energi itu bertujuan melaksanakan komitmen Indonesia untuk dekarbonisasi yang ambisius, serta pembangunan ekonomi yang kuat dan mapan.

Komitmen ini, kata dia, selaras dengan blueprint visi Indonesia Emas tahun 2045, dengan sejumlah target untuk kepentingan baik nasional maupun global, terutama untuk membuka akses energi bersih yang inklusif, meningkatkan kualitas SDM, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga mengentas kemiskinan.

"Untuk mewujudkan visi ini adalah tindak lanjut serta upaya yang kuat menjadi sangat penting. Dokumen CIPP ini memberikan peta jalan strategis bagi transisi energi ambisius di Indonesia dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang mencakup bidang teknis, keuangan, kebijakan, dan tentu keadilan sosial," tutur Erick.

Total kebutuhan investasi JETP mencapai USD 97,3 miliar hingga tahun 2030, atau lima kali lipat dari jumlah pendanaan sebesar USD 20 miliar. Nilai tersebut setara Rp 15,02 kuadriliun (asumsi kurs Rp 15.444 per dolar AS).

Ada 400 proyek prioritas yang diusung dalam program JETP dengan total pendanaan sebesar USD 66,9 miliar yang akan dimulai pada tahun 2030.