Erick Thohir Beberkan Strategi Agar Valuasi Pertamina Bisa Capai USD 100 Miliar
·waktu baca 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir berupaya melakukan transformasi bisnis PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat permodalan. Dia pun membeberkan cara agar target valuasi Pertamina sebesar USD 100 miliar di 2024 dapat tercapai.
Hal tersebut disampaikan Erick Thohir di hadapan Presiden Jokowi saat peresmian pabrik pabrik Hot Strip Mill 2 (HSM 2) milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, di Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021).
"Ini juga kita akan pastikan subholding-subholding Pertamina ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi Pertamina menuju target valuasi 100 miliar dolar AS, karena memang Pertamina sendiri sudah masuk 500 perusahaan global terbesar. Jadi tidak ada istilah turun, tapi harus terus naik," kata Erick.
Menurut Erick, Pertamina bisa meningkatkan valuasinya hingga tahun 2024 dengan terus meningkatkan kinerja bisnis. Dengan demikian Pertamina bisa memiliki penjualan 92 miliar dolar AS dan keuntungan di 8 miliar dolar AS, sehingga valuasinya bisa mencapai 100 miliar dolar AS.
"Kalau kita melihat sendiri performanya luar biasa dengan kita memfokuskan masing-masing subholding dan menjadikan ekspertise yang terbaik," kata Erick Thohir.
Erick Thohir menambahkan, di hulu ada potensi temuan sumur gas baru dan minyak yakni 204 juta barel. Hal ini merupakan kabar menggembirakan di kala terus menurunnya produksi nasional.
Selain itu, Erick mengatakan di hulu juga pada kuartal II tahun ini telah mencatatkan keuntungan 1 miliar dolar AS.
"Selama ini kilang dan petrochemical yang menjadi beban, kemarin sudah meraih keuntungan 280 juta dolar AS," ujar Erick Thohir.
Pertamina berhasil membukukan laba senilai USD 183 juta atau setara dengan Rp 2,6 triliun sepanjang semester I 2021. Capaian tersebut lebih tinggi USD 951 juta atau Rp 13,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang rugi USD 768 juta.
