kumparan
14 Desember 2019 9:12

Erick Thohir Benahi Anak Usaha BUMN: Dari Garuda Sampai Pertamina

LIPSUS Bersih2 BUMN, Erick Thohir
Erick Thohir saat menghadiri acara Gerakan Milenial Indonesia (GMI) dengan tema 'Young penting Indonesia' di Kemang Village. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Dalam sepekan ini, Menteri BUMN Erick Thohir masih terlihat sibuk menyisir BUMN-BUMN. Dia mengecek satu per satu untuk memastikan keadaan BUMN tersebut.
ADVERTISEMENT
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) menjadi dua BUMN yang tengah mendapat perhatian, terutama pada jumlah anak dan cucu usaha mereka yang bejibun.
Untuk Garuda Indonesia, Erick mengaku baru-baru ini kaget dengan keberadaan cucu usaha Garuda Tauberes Indonesia. Sementara kepada Pertamina, Erick meminta petinggi di sana melaporkan keadaan 142 perusahaan yang berada di bawah induk usaha.
Berikut kumparan rangkum aksi Erick, Sabtu (14/12).
1. Copot Posisi Komisaris Ari Askhara di 6 Anak Usaha BUMN
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin oleh Erick Thohir memastikan telah mencopot Ari Askhara dari posisi komisaris.
Mantan direktur utama Garuda Indonesia itu, menduduki komisaris utama setidaknya pada 6 perusahaan anak dan cucu yang ada di BUMN.
ADVERTISEMENT
Di antaranya, PT GMF AeroAsia (anak), PT Citilink Indonesia (anak), PT Aerofood Indonesia (cucu), PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu), PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu) dan PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu).
"(Ari Askhara) Sudah dicopot dari 6 anak usaha sebagai komisaris. Itu kan artinya enggak maksimal (kinerjanya)," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (13/12).
2. Kaget Garuda Indonesia punya Garuda Tauberes Indonesia
Erick Thohir mengaku kaget sekaligus geli mendengar PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) punya cucu usaha bernama PT Garuda Tauberes Indonesia. Bahkan Erick tak bisa menahan tawanya saat menyebut nama perusahaan tersebut.
"Yang menarik, dan mohon maaf kalau saya menggelitik, ada cucu Garuda namanya PT Garuda Tauberes Indonesia, saya baru tahu," ujarnya di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penelusuran kumparan, PT Garuda Tauberes Indonesia merupakan cucu usaha Garuda Indonesia di bidang logistik secara digital. Jadi, semacam aplikasi pengiriman barang.
Tauberes yang dikembangkan Garuda Indonesia ini tercatat memberi layanan untuk menyambungkan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang kepada masyarakat. Perusahaan ini menyediakan jasa pemesanan logistik, baik itu untuk kurir, air cargo gateway dan payment.
Erick tak ingin anak perusahaan sekadar jadi sarana direksi untuk mengeruk pendapatan tambahan. Katanya, jangan sampai deretan anak usaha yang dimiliki BUMN justru menggerogoti induk usaha.
3. Minta Ahok Cari Tahu Keadaan 142 Perusahaan Pertamina
Erick mengaku heran satu perusahaan negara memiliki banyak anak usaha hingga ke cucu dan cicitnya. Salah satunya adalah PT Pertamina (Persero).
ADVERTISEMENT
Menurut data yang diterima Erick, Pertamina punya 142 anak usaha. Dia pun meminta perusahaan tersebut untuk menjelaskan dan memetakan secara detail ratusan anak usaha tersebut.
"Ternyata di Pertamina itu ada 142 perusahaan. Nah, ini yang saya minta juga untuk komisaris utama dan direksi utama di rapat Januari. Saya minta mapping 142 perusahaan ini usahanya apa? Terus bagaimana kesehatan perusahaannya?" kata dia kemarin.
Penjelasan soal ratusan perusahaan milik Pertamina perlu dilakukan sebab Erick tak ingin keberadaan mereka menggerogoti induknya. Dia bilang sudah minta laporan ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Thahaja Purnama alias Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama, Ahok
Basuki Tjahaja Purnama. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
4. Tunggu Aturan Jokowi untuk Hapus dan Merger BUMN
Erick tengah menunggu Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tentang hak Kementerian BUMN untuk menghapus atau merger perusahaan negara.
ADVERTISEMENT
Hal ini dilakukan karena dirinya gerah dengan banyak anak usaha BUMN yang memiliki usaha hampir mirip. Misalnya saja pada bisnis hotel, dia menyebut ada sekitar 85 hotel di Indonesia yang dimiliki berbeda oleh BUMN.
"Kita sedang nunggu PP dari presiden atau ada sinergi dengan Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) untuk hak kita Kementerian BUMN bisa menutup dan merger (anak usaha BUMN)," katanya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12).
Selain unit bisnisnya sama, Erick mengaku khawatir jika banyaknya anak usaha bisa menggerogoti induk BUMN. Sebab belum tentu anak usaha tersebut menguntungkan, yang ada justru menekan keuangan induknya.
Selagi menunggu PP dari Jokowi terbit, Erick Thohir telah membuat Keputusan Menteri BUMN tentang penataan anak usaha BUMN. Beleid itu bernama Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan Atau Perusahaan Patungan Di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang dikirimkan ke Jokowi pada 12 Desember 2019.
ADVERTISEMENT
Dalam kepmen tersebut, Erick menegaskan bahwa pendirian anak usaha BUMN harus berdasarkan alasan yang jelas. Jika tujuannya tak meyakinkan, maka Erick enggan merestui.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan