Kumparan Logo

Erick Thohir Ingin Buat Wisata Air Seperti Jatim Park di Sumatera

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait progres penanganan masalah PT Garuda Indonesia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait progres penanganan masalah PT Garuda Indonesia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, salah satu potensi wisata baru yang bisa dikembangkan di Indonesia adalah wisata air di beberapa lokasi di Sumatera. Dia berkata, wisata air tersebut bisa dibangun di dekat pelabuhan.

"Sekarang kita sedang melihat potensi di Lampung, Sumatera barat, Riau, dan Toba supaya kalau orang pergi ke Sumatera ini bisa melihat potensi paling tidak 5-6 hari pergi ke Sumatera dengan menginterkoneksikan titik-titik potensi yang ada," ujar Erick dalam Raker Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN, Selasa (25/1).

Dia mencontohkan salah satunya Pelabuhan Bakauheni yang menghubungkan pulau Jawa dengan Sumatera. Jika dibangun wisata air di sana, bisa meningkatkan potensi ekonomi wisata lokal dengan memanfaatkan 20 juta penumpang yang melintas.

"Dengan tembusnya tol dari Sumatera Selatan ke Lampung itu ada peningkatan sampai 40 persen, artinya ada 20 juta penumpang dari Bakauheni ke Merak yang selama ini hanya menyebrang saja," tuturnya.

Suasana di Jatim Park 2, Kota Batu, Jawa Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan

"Kalau di Bakauheni dibangun seperti Jatim Park itu akan ada potensi yang luar biasa untuk masyarakat Sumatera bisa jadi tourism lokalnya ditingkatkan," lanjut dia.

Selain itu, dia juga mengungkapkan ada 2 hektare lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang terbengkalai di Riau, karena ada pembangunan jembatan yang membuat kapal tidak bisa masuk ke pelabuhan Pelindo tersebut.

"Ini potensi wisata air yang luar biasa di Riau yang kulturnya banyak kultur air. Apakah seperti Songkran Festival yang ada di Thailand ataupun seperti perlombaan perahu naga, dan itu tidak ada fasilitasnya," jelas Erick.

Suasana di Jatim Park 2, Kota Batu, Jawa Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan

Dengan adanya potensi wisata air tersebut, Erick berharap bisa dimaksimalkan dengan biaya dan investasi yang tidak mahal namun bisa mengembangkan potensi wisata di Sumatera. Terutama setelah dibentuknya holding BUMN pariwisata atau Injourney.

"Nantinya Injourney perbaiki titik-titik ini menjadi service yang bisa kita compare dengan negara lain, kalau kita bangga dengan pariwisata Indonesia tapi kita tidak ada investasi baru, akhirnya kita tertinggal dengan Malaysia dan Thailand yang memang mempunyai ekosistem pariwisata jauh dari kita," tegas dia.