Kumparan Logo

Erick Thohir: Kalau BUMN Bisa Untung, UMKM dan Rakyat Jangan Sampai Pailit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir dalam peluncuran Program Mentorship BUMN Muda, Rabu (25/8). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir dalam peluncuran Program Mentorship BUMN Muda, Rabu (25/8). Foto: Dok. Istimewa

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut perusahaan negara dan UMKM harus terus berkolaborasi di masa sulit ini, bukan hanya untuk bertahan tapi juga membangun ekosistem yang kuat agar bisa naik kelas.

Kolaborasi itu diwujudkan dengan dibentuknya Pasar Digital (PaDi) UMKM Virtual Expo 2021 yang dimulai sejak Februari 2021. Dalam pembukaan PaDi UKM Virtual Expo batch 2 hari ini, Erick mengatakan jika BUMN bisa meningkatkan keuntungan, UMKM dan rakyat juga harus bisa menikmatinya.

"Jika BUMN bisa mencapai profit, UMKM dan rakyat jangan menjadi pailit. Mereka harus ikut untung setelah kemudian naik kelas menjadi sejahtera," kata Erick dalam pembukaan PaDi) UMKM Virtual Expo 2021 batch ke-2 secara daring, Senin (6/9).

Erick menekankan pentingnya peran BUMN sebagai katalisator penggerak ekonomi, termasuk UMKM. Karena itu dia meminta BUMN jangan menganggap UMKM sebagai saingan, tapi mitra bisnis agar bisa berkembang lagi.

"BUMN berperan bangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi, memastikan ekonomi kelas bawah naik kelas. Jangan sampai yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya," ujarnya.

Menteri BUMN Erick Thohir kunjungi program pengembangan UMKM PLN di Cirebon. Foto: Dok. PLN

Dalam PaDi UMKM Virtual Expo 2021 batch kedua ini, peserta yang berpartisipasi mencapai 295 UMKM, naik dari batch pertama yang diikuti 244 UMKM.

Pada batch kedua ini, sampai 31 Agustus 2021, total nilai transaksi BUMN dengan UMKM mencapai Rp 10,9 triliun. Nilai itu terdiri dari 142 ribu transaksi dan melibatkan 10.100 UMKM di dalamnya.

"Saya optimistis ajang PaDi batch 2 yang diikuti UMKM binaan mitra, pengampu, dan nonBUMN, jadi salah satu jalan mereka naik kelas, karena jadi ajang pintu bagi BUMN kenal variasi produk UMKM dan untuk UMKM membuka peluang pilihan agar harganya baik dan kualitas produk bersaing," tutur Erick.