Kumparan Logo

Penuhi Undangan DPR Malam Hari, Erick Thohir Minta PMN 16 BUMN Rp 44,24 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait progres penanganan masalah PT Garuda Indonesia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait progres penanganan masalah PT Garuda Indonesia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri BUMN, Erick Thohir, menghadiri undangan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI hari ini, Rabu (10/7) pukul 20.00 WIB. Raker tersebut membahas penyertaan modal negara (PMN) tahun 2025.

Ditemui sebelum Raker dimulai, Erick mengatakan pihaknya memperjuangkan restu Komisi VI DPR agar pemberian PMN tahun 2025 sesuai usulannya. Erick Thohir sebelumnya mengusulkan PMN Tahun 2025 senilai Rp 44,24 triliun, yang dia sampaikan dalam Raker Komisi VI DPR RI Jumat 7 Juni 2024 lalu.

Erick menjelaskan kontribusi dividen perusahaan BUMN tahun 2025 ditargetkan lebih tinggi dari target 2024 ini. Erick menjelaskan PMN 2025 sebagian besar digunakan untuk penugasan BUMN-BUMN.

"Kita mau pastikan ke depan dalam transisi pemerintahan enggak ada kebingungan," kata Erick, Rabu (10/7).

instagram embed

Dalam usulan 2025, PMN terbesar diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) senilai Rp 13,86 triliun dalam rangka pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Fase 2 dan 3.

"Contoh jalan tol di Sumatera masak berhenti dibangun hanya di Jawa saja. Keseimbangan ekonomi di Indonesia harus berlanjut di seluruh pulau," kata Erick.

Adapun usulan PMN 2025 ini menyesuaikan komposisi berupa penugasan 69 persen atau setara Rp 30,4 triliun. PMN untuk pengembangan usaha sebesar 27 persen atau setara Rp 11,8 triliun, dan restrukturisasi sebesar 4 persen atau setara Rp 2 triliun.

Berikut adalah besaran PMN yang diusulkan Erick Thohir dalam Raker Komisi VI DPR RI Jumat 7 Juni 2024 lalu.

  1. PMN terbesar akan diperoleh PT Hutama Karya (Persero) senilai Rp 13,86 triliun dalam rangka pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Fase 2 dan 3

  2. PMN PT ASABRI (Persero) sebesar Rp 3,61 triliun dalam rangka perbaikan permodalan

  3. PT PLN (Persero) sebesar Rp 3 triliun dalam rangka Program Listrik Desa

  4. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) diusulkan PMN senilai Rp 3 triliun untuk penguatan permodalan KUR

  5. PMN untuk PT Pelni (Persero) senilai Rp 2,5 triliun untuk pengadaan kapal baru

  6. PMN untuk PT Biofarma (Persero) senilai Rp 2,21 triliun dalam rangka capex fasilitas baru

  7. PT Adhi Karya (Persero) Tbk diusulkan mendapat PMN senilai Rp 2,09 triliun untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen dan Tol Solo-Yogya

  8. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Rp 2 triliun

  9. PT Len Industri (Persero) Rp 2 triliun

  10. PT Danareksa (Persero) Rp 2 triliun

  11. PMN untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) senilai Rp 1,8 triliun untuk pengadaan trainset baru penugasan pemerintah.

  12. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food sebesar Rp 1,62 triliun dalam rangka modal kerja dan investasi program Cadangan Pangan Pemerintah

  13. PT PP (Persero) Tbk diusulkan mendapat PMN senilai Rp 1,56 triliun dalam rangka penyelesaian proyek Tol Jogja-Bawen dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Subang.

  14. Perum Damri Rp 1 triliun

  15. Perumnas Rp 1 triliun

  16. PT Industri Kereta Api (Persero) sebesar Rp 976 miliar dalam rangka pembuatan KRL

“Kita tetap mengharapkan cadangan dari investasi ini kita bisa mendapat maksimal walaupun indikasi sepertinya angka kita usulkan dari Kemenkeu tidak bisa memberikan secara maksimal,” kata Erick sebelumnya, dalam Raker Komisi VI DPR , Jumat (7/6).

instagram embed