Kumparan Logo

Erick Thohir Pastikan IPO Pertamina Hulu Energi Tinggal Tunggu Izin OJK

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal pengangkut pekerja melintasi Anjungan Central Plant Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pengangkut pekerja melintasi Anjungan Central Plant Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan melantai di bursa saham melalui skema initial public offering/IPO). Menurutnya hal ini tinggal menunggu restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, OJK mencatat IPO perusahaan migas ini akan tertunda karena hambatan teknis berupa dokumen yang perlu diperbaiki, salah satunya laporan keuangan yang akan disampaikan bulan Juni 2022 akan direvisi dengan laporan keuangan bulan Desember 2022.

“Kami sedang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Erick saat acara ramah-tamah dengan media, Rabu (3/5).

Subholding hulu migas atau upstream PT Pertamina (Persero) akan melantai di BEI tahun ini, dengan melepas 10-15 persen saham ke publik.

Pada rapat dengan Komisi VI Desember lalu, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury berharap nilai valuasi PHE mencapai USD 100 miliar, di mana sejauh ini perusahaan memiliki kinerja keuangan yang cemerlang dengan total pendapatan USD 11,7 miliar dan EBITDA USD 3 miliar.

embed from external kumparan

Dia menyampaikan, salah satu penggunaan dana IPO ini untuk mengembangkan dan mengoptimalkan operasional blok migas milik PHE yang mengalami tren penurunan produksi. Hal ini juga diharapkan dapat menekan impor minyak mentah dan BBM nasional.

Hambatan IPO PHE

Sementara itu, Pahala sempat membeberkan hambatan apa yang dihadapi dalam proses IPO PHE. Sebelumnya, PHE ditargetkan sudah mulai IPO di semester I tahun ini.

Salah satu yang menjadi hambatan adalah, terkait batasan jumlah saham free float atau beredar di masyarakat setelah penawaran paling sedikit 10 persen.

Pahala mengatakan, pihaknya akan berdiskusi dengan pihak Bursa dan OJK terkait batasan nilai tersebut. Pahala juga menyebut perusahaan seperti PHE yang memiliki kapitalisasi sebesar 1 persen sudah melampaui nilai tertinggi IPO yang pernah ada.

“Kita akan review dan kita akan bicarakan dengan tiap Bursa dan juga tiap OJK karena seperti yang tadi disampaikan mengenai batasan nilai tadi itu menjadi salah satu pertimbangan,” kata Pahala usai menghadiri acara pencatatan dana Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/2).