Kumparan Logo

Erick Thohir Sebut Investasi 2022 Sudah Lebihi Target Rp 1.200 T

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) mengikuti rapat kerja bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) mengikuti rapat kerja bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan realisasi investasi Indonesia di tahun 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun, atau 100,6 persen dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp 1.200 triliun. Realisasi ini mayoritas terjadi di luar Pulau Jawa.

Erick Thohir menuturkan, investasi merupakan salah satu hal yang terus didorong oleh Jokowi untuk mendukung 50 persen kekuatan ekonomi nasional yang ditopang oleh konsumsi domestik, dengan nilai Rp 2.560 triliun.

"Alhamdulillah investasi kita kemarin, ini belum di-announce bocoran saja, targetnya Rp 1.200 triliun tercapai, ini saya lihat juga menjadi bagian stabilisasi ekonomi Indonesia," ungkapnya dalam rilis Lembaga Survei Indonesia, Minggu (22/1).

Dari realisasi tersebut, lanjut Erick, data yang menarik adalah investasi tahun 2022 kembali didominasi oleh investasi di luar Pulau Jawa. Dengan persentase hingga 53,1 persen, sisanya 46,9 persen berada di Pulau Jawa.

embed from external kumparan

Dalam data yang dia tampilkan, penanaman modal asing atau foreign direct investment masih menguasai investasi di Indonesia sebesar 53,5 persen dari total realisasi investasi. Sedangkan sisanya 46,5 persen berasal dari penanaman modal dalam negeri.

"Kita harus mulai pikirkan bagaimana penanaman modal dalam negeri dan asing ini mulai harus diseimbangkan, kita harus dorong pengusaha daerah, nasional, UMKM harus menjadi bagian penanaman modal, jangan hanya asing saja," tegasnya.

"Ini yang memang challenge ke depan yang harus kita dorong, tetapi angka-angkanya saya rasa cukup signifikan, sehingga kita bisa tetap pertahankan itu," pungkas Erick.