Erick Thohir Sebut Masih Banyak Masyarakat RI Simpan Emas di Bawah Bantal
·waktu baca 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan emas di bawah bantal. Menurut dia, kondisi ini menandakan masyarakat yang belum percaya terhadap sistem penyimpanan emas secara formal.
Hal tersebut diutarakan Erick saat peresmian Bank Emas pertama di Indonesia yaitu Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dia menyoroti besarnya cadangan emas yang beredar di masyarakat capai 1.800 ton.
“Di masyarakat ini juga beredar kurang lebih 1.800 ton emas, ada yang di bawah bantal, ada di toilet, di baliknya ada batu bata dimasukin ke dalam situ,” kata Erick dalam acara peresmian bank emas Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian di Menara Gade Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Menurut Erick hal itu merupakan realitas yang ada di Indonesia sehingga peresmian bank emas ini akan menjadi tempat penyimpanan emas formal pertama di Indonesia.
"Itu realitas, nah kita ingin mengundang mereka untuk percaya kepada sebuah sistem keuangan yang formal," katanya.
Erik menyebut masyarakat perlu diyakinkan mengenai sistem penyimpanan emas yang aman. "Nah memang kita harus mulai meyakinkan, menggedor mereka bahwa ini sistem keuangan yang aman buat mereka,” jelas Erick.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan bank emas pertama di Indonesia. Peresmian itu dilaksanakan di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Peresmian itu ditandai dengan Prabowo memasukkan dummy emas batangan ke dalam treasure box dengan didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut BRI Sunarso, Dirut BSI Hery Gunardi, dan Dirut Pegadaian Damar Latri Setiawan.
"Saya Prabowo Subianto presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia," kata Prabowo.
