Kumparan Logo

Erick Thohir: Stok Beras Bulog Aman, Masyarakat Jangan Panik Hadapi Virus Corona

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Dirut Bulog Budi Waseso (kedua kanan) saat mengunjungi gudang Bulog kelapa gading, Rabu (4/3). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Dirut Bulog Budi Waseso (kedua kanan) saat mengunjungi gudang Bulog kelapa gading, Rabu (4/3). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir, meminta masyarakat tak perlu memborong bahan pangan karena panik terkait penyebaran virus corona yang sudah masuk ke Indonesia.

Dalam tinjauannya ke Gudang Perum Bulog (Persero) hari ini, Rabu (4/3), Erick menyebut stok beras Bulog mencapai 1,65 juta ton. Pasokan tersebut aman hingga Lebaran.

"Kami ingin pastikan stok beras aman untuk saat ini menghadapi virus corona atau menjelang Lebaran. Stoknya hampir 1,65 juta ton," kata Erick di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3).

Erick yang didampingi Direktur Utama Bulog Budi Waseso dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, mengatakan stok tersebut campuran dari beras impor dan beras produksi lokal.

Selain itu, pada Maret atau April mendatang, akan ada panen beras raya. Sehingga, kata dia, stok beras akan bertambah dan masyarakat tak perlu panik karena virus corona.

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Dirut Bulog Budi Waseso (kedua kanan) saat mengunjungi gudang Bulog kelapa gading, Rabu (4/3). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

"Pak Budi terus upaya perbaiki distribusi. Dalam bisnis hak itu boleh untung, tapi yang enggak boleh dimafiakan. Jangan sampai masyarakat butuh, harga dinaikkan. Tapi petani enggak boleh dikorbankan," kata dia.

Mengenai distribusi beras, Erick meminta untuk diperbaiki dengan berbagai channel modern, seperti penjualan secara online. Penjualan online sudah mulai dilakukan Bulog.

"Yang namanya panik ya panik. Natural. Kami enggak bisa larang orang panik, tapi kami berikan edukasi bahwa stoknya ada. Kalau dilarang panik, enggak mungkin. Tapi kami berikan fakta dan data. Ini ada (stoknya)," jelas dia.