Kumparan Logo

Erick Thohir: Sudah Waktunya Sumber Daya Alam Tak Dikirim Mentahnya!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022). Foto: Ave Airiza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022). Foto: Ave Airiza/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal besarnya potensi sumber daya alam (SDA) Indonesia yang selama ini hanya dikirim sebagai barang mentah ke luar negeri.

Sebagaimana arahan yang kerap disampaikan Presiden Jokowi, kata Erick Thohir, Indonesia harus dapat melakukan hilirisasi bahan baku dalam negeri. Hilirisasi ini harus digenjot untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kita memastikan sumber daya alam kita dapat hilirisasi di Indonesia dan dapat industrialisasi di sini, sudah waktunya raw material tidak boleh dikirim mentahnya (keluar negeri),” ujar Erick pada forum Silaturahmi Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (Silaknas) 2022, Sabtu (8/10).

Ia menyebut Indonesia harus tegas dalam mempertahankan dan memproses bahan mentah yang diperoleh di tanah air dan turunannya, salah satunya adalah nikel dan crude palm oil (CPO). Kedua bahan mentah ini tengah dipersulit ekspornya, terutama oleh Uni Eropa.

Menurutnya, Indonesia tidak perlu takut dalam mendorong proses hilirisasi dan industrialisasi kedua bahan ini, meskipun Indonesia telah digugat ke World Trade Organization (WTO).

“Memang banyak negara yang membawa CPO Indonesia ke WTO. Tidak apa, yang perlu mereka, bukan kita,” ujarnya.

Uni Eropa menggugat Indonesia terkait CPO dan Nikel melalui Dispute Settlement Body (DSB) di World Trade Organization. Indonesia yang menjadi anggota WTO sejak 1995 itu dianggap melanggar ketentuan Pasal XI:1 GATT 1994, Pasal X:1 GATT 1994 dan Pasal 3.1(b) ASCM dan merugikan industri stainless steel Uni Eropa.

Upaya hilirisasi membuahkan hasil misalnya turunan dari sudah menghasilkan banyak kontribusi pada perekonomian industri, yaitu sejumlah 180 pohon industri. Hal yang sama juga terjadi dengan bahan mentah nikel.

“Turunan dari CPO sampai 180 pohon industri, apakah jadi bahan baku minyak, cokelat, makeup. Belum lagi nikel, nikel itu turunannya banyak, misal jadi baterai Electronic Vehicle (EV) yang harus bisa di industrialisasi. Tentu kita harus pikirkan bagaimana kita optimalkan,” tuturnya.